2020-07-09 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM – Kementerian Pertanian meluncurkan Gerakan Akselerasi Tumbuhan, yang diprakarsai oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melalui konversi video di Ruang Peperangan Pertanian (AWR) Kementerian Pertanian di Jakarta, Selasa (14/5) – Gubernur menghadiri Pernyataan. Bupati, Direktur Biro Pertanian Daerah Indonesia.

“Indonesia sangat luas. Kami perlu melakukan lebih banyak upaya. Kami membutuhkan lebih banyak integrasi dan bekerja sama sehingga kami dapat menyediakan makanan yang lebih baik untuk 267 orang. Jika kami bisa berhasil,” menurut Menteri Pertahanan Dikatakan bahwa SYL tahun ini diketuai oleh Presiden Joko Widodo pada pertemuan kabinet terbatas, yang bertujuan untuk memprediksi kekeringan dengan memanfaatkan potensi hujan yang masih ada. “Seperti yang kita ketahui sebelumnya, menurut laporan dari Biro Meteorologi, Iklim dan Geofisika (BMKG), Presiden Yokowi mengatakan bahwa musim kemarau di beberapa daerah akan lebih kering dari biasanya. – Menurut Menteri Pertahanan SYL, ada 8 provinsi pendukung di 34 provinsi , 9 provinsi utama dan 16 provinsi berkembang, didukung oleh infrastruktur irigasi, jalan pertanian, KUR, asuransi pertanian dan sistem logistik dan distribusi, ia dan peserta pertanian lainnya optimis tentang kemungkinan menyediakan makanan. Dalam keadaan tersebut.

“Total luas 5,6 juta hektar pada musim tanam kedua atau musim Gadu pada tahun 2020. SYL mengatakan bahwa Tuhan berkehendak, Gubernur, Bupati dan Cadiz semua menepati janji bahwa kita akan terus bekerja keras bahkan dalam pandemi. “Selain itu, Menteri SYL mengingatkan orang-orang bahwa kerja keras tidak cukup, Harus ada syarat yang jelas.

“Selama kita harus menyiapkan benih, pupuk, dan kebutuhan lainnya, dan menghitungnya dengan akurat, karena jika salah, konsekuensi fatal, kita dapat menyiapkan semua prasyarat. SYL- Selain itu, menurutnya, semua yang perlu dilakukan adalah memperhatikan motivasi. SYL memiliki 25 tahun pengalaman sebagai manajer regional. Ia menekankan bahwa jika momentum penanaman kuat, benih dan pupuk akan terbuang sia-sia.

“Termasuk pengelolaan air. Dia menjelaskan: “Ketika memompa air, membuka saluran, dll. Yang terakhir, menurut pendapatnya, harus memiliki prioritas, karena mengetahui prioritas, rencana pemerintah akan efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan