2020-10-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah menyampaikan keprihatinan atas bencana yang dialami petani di Deli Serdang yang mengeluhkan penderitaan mereka akibat konflik dengan perusahaan. Kepala ATR / BPN dan Menteri BUMN.

)) Pemangku Kepentingan Ida (Ida) di Kuthali Hal tersebut disampaikan pihak Desa Sei Mencirim Kualaimbaru saat mendapat pengaduan dari 26 perwakilan petani dari wilayah Serikat Tani Bersirin (STMB) wilayah Simalingkar, Kabupaten Serdang Pancur Batu, Delhi, Provinsi Sumatera, Sumatera bagian utara. Kabupaten Deli Serdang dan Persatuan Petani Bersama (SPSB) Simalingkar di Desa A, Selasa (14/7/2020). Saya pribadi peduli dengan semua yang bapak ibu alami. Saya akan teruskan ke Kepala Departemen ATR / BPN, lalu ke Departemen BUMN, “ucap Ida Fauziyah didampingi Karo Humas Soes Hindharno.

” Kalau hak-hak petani diganggu, demokrasi memberi mereka ekspresi Ruang untuk ketidakpuasan. Negara juga memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah ini. Ia mengumumkan. Menteri Sumber Daya Manusia Ida juga menghimbau kepada para petani yang mengeluhkan regulasi kesehatan saat memperjuangkan haknya di Jakarta. Ya jaga diri sendiri. Saya harap keduanya bisa dipertahankan dan tujuannya bisa tercapai. Sehat, ”ujarnya. -Saat bersamaan, Sulaeman Wardana adalah koordinator 26 petani yang mengadu ke Kementerian Ketenagakerjaan, mewakili 170 petani dan 170 petani yang masih mencari keadilan di Jakarta.

Alasan aksi jalan tersebut adalah tanah dan kawasan pemukiman yang dikelola sejak tahun 1951 telah dipindahkan secara paksa oleh Badan Usaha Milik Negara (PTPN II). Sei Mencirim yang juga diusir sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

“Kami mengajukan pengaduan ke Kementerian Ketenagakerjaan karena 26 petani yang mewakili 170 petani tersebut juga merupakan buruh tani. Kami berharap pengaduan ini bisa disampaikan ke Kementerian Tenaga Kerja. Presiden Suraman mengatakan, didampingi Suraman, Irak Idam Wahyudi sebagai sekretaris STMB dan konsultan petani Aris Wiyono.

Imam Wahyudi mengungkapkan bahwa petani SPSB dan PTPN II Luas konflik antar anggota ± 854 hektar. -Luas konflik antara petani STMB dan PTPN II ± 850 hektar, sedangkan kebutuhan petani STMB ± 323,5 hektar. (*)

Tinggalkan Balasan