2020-10-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM di Semarang-Guna meningkatkan peluang masyarakat untuk memperoleh lebih banyak keterampilan, Kementerian Ketenagakerjaan telah meluncurkan 50 BLK masyarakat yang didistribusikan di Jawa Tengah dan DIY. — BLK Komunitas diharapkan mampu merasionalkan perolehan dan kualitas pelatihan serta meningkatkan keterampilan sumber daya manusia Indonesia. — “Kita harus mempercepat pengembangan sumber daya manusia dengan melakukan pelatihan vokasi di BLK komunitas-komunitas ini,” kata Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah pada Minggu saat penandatanganan kesepakatan kerja bersama untuk program pelatihan vokasi komunitas BLK dan membantu perluasan Kota Semarang. Employment Opportunities (31 Agustus 2020) malam. Menteri Sumber Daya Manusia menyampaikan bahwa percepatan pembangunan sumber daya manusia diperlukan untuk mengejar ketertinggalan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) negara lain. Terkait informasi, menurut Human Development Report 2019, peringkat SDM Indonesia masih menduduki peringkat 111 dari 189 negara.

“Indonesia lebih rendah dari Singapura dan peringkat 9, Brunei Darussalam Negara peringkat 43, Malaysia peringkat 4. -61 dan Thailand 77. Perkembangan BLK komunitas terus mengejar, “ujarnya. Oleh karena itu suka atau tidak suka Indonesia perlu mempercepat pembangunan sumber daya manusia. Salah satu jalan pintas yang ditempuh Kementerian Ketenagakerjaan adalah dengan membangun BLK masyarakat. Sejak 2017, Kementerian Tenaga Kerja telah mengumumkan BLK masyarakat. Hingga 2019, Kementerian Tenaga Kerja telah membentuk 1.113 BLK masyarakat. Rencananya akan didistribusikan ke seluruh Indonesia pada tahun 2020. Kementerian Ketenagakerjaan telah menetapkan sasaran untuk mengembangkan 1.000 BLK masyarakat dan akan dilakukan secara bertahap. Penandatanganan PKB 50 perusahaan kali ini merupakan bagian dari pengembangan komunitas BLK tahap kedua pada tahun 2020. Nantinya, 50 institusi ini akan mendapatkan bantuan untuk mendanai pengembangan unit pembangunan bengkel dan menyediakan materi pelatihan profesional untuk sebuah sekolah. Nilai bantuan mencapai 1 miliar rupee. Untuk 1 institusi.

“Perjanjian kerja bersama ini kami susun secara bertahap karena memang harus sesuai dengan perjanjian sanitasi. Oleh karena itu, perjanjian sanitasi jalan untuk kerja bersama juga berlaku,” jelas Menaker. Menteri Ketenagakerjaan kali ini juga memberikan bantuan perluasan lapangan kerja bagi 50 organisasi / kelompok masyarakat. Melalui teknologi tepat guna (TTG), padat karya, dan penciptaan wirausaha baru bagi wiraswasta (TKM), pendampingan dalam pengembangan dan perluasan kesempatan kerja. Bantuan ini harus mendorong usaha kecil untuk meningkatkan kreativitas mereka dalam penggunaan dan penggunaan sumber daya secara maksimal. Menteri Sumber Daya Manusia menjelaskan: “Sumber daya alam dan manusia di sekitarnya.

Bantuan semacam ini harus memungkinkan penerima manfaat untuk mengubah kekayaan lokal menjadi produk yang layak dijual di pasar dalam negeri, yang pada gilirannya dapat membantu Dari sudut pandang ekonomi, itu selamat dari periode COVID-19.

Tinggalkan Balasan