2020-10-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Syahrul Yasin Limpo, Menteri Pertanian (Mentan), menggagas ekspor 6 jenis produk pertanian asal Jawa Barat yang terus tumbuh dan meningkatkan permintaan pasar ekspor. Kementerian Pertanian (Kementan) mencatatkan peningkatan sejak Januari hingga pertengahan Juni 2020 dibandingkan periode yang sama tahun lalu melalui Badan Karantina Pertanian. Menteri Pertanian memberikan arahan pada pertemuan “Liberalisasi Ekspor Pertanian Indonesia” yang diadakan di Lembang, Selasa (16/6/20). Bandung

— “Malah kekuatannya lebih besar lagi. Tanaman hias yang ditanam anak muda di pekarangan sekarang jadi komoditas. Volume ekspornya sekitar 8 sampai 200 juta per bulan. Kata Menteri Pertanian. Pada pandemi tahun ini, ekspor kaktus Jabar pada semester pertama tahun ini naik tiga kali lipat, meningkat 13.700 dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai 2,8 ribu. Termasuk Amerika Serikat, Kanada, Taiwan dan Korea Selatan.

“Ini membuktikan , Kami mampu, kami dapat dan harus bangkit. Kami akan sepenuhnya “mendukung” apa yang bisa kita lakukan bersama, “jelas Menteri Pertanian.

Selain kaktus, orang yang sering disapa SYL ini juga telah mengeluarkan beberapa sertifikat fitosanitasi untuk produk pertanian di Jawa Barat. Sertifikat ini semuanya akan diekspor ke luar negeri senilai 15,4 miliar rupiah, kopi, jeruk nipis hitam, sayur mayur, vaksin, dan sarang pembunuh. Menurutnya, mengekspor ke pemerintah merupakan kebanggaan negara, tetapi berkah bagi rakyat, berikan kepada rakyat. Berkah petani, pengusaha agroindustri dan masyarakat sekitar yang mencari nafkah dari sektor ini.Sebagai fasilitas karantina tumbuhan, Menteri Pertanian SYL mengatakan harganya sekitar Rp 130.000, yang bagus dan memiliki nilai tambah.Misalnya kalau bisa ditransformasikan saya masih bisa Menjamin.

Tinggalkan Balasan