2020-10-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Kemaritiman Kementerian Perhubungan telah menyelesaikan tahap pertama implementasi electronic driving test bed di 4 (empat) stasiun VTS (VTS) di perairan Indonesia. Rencananya akan dilaksanakan di empat (empat) stasiun VTS pada Juni 2020 dan Juli 2020, yaitu stasiun VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa, dan VTS Tarakan. -Penilaian dilakukan di Yogyakarta, yang dianggap sebagai tujuan wisata utama di sektor yang mampu meremajakan ekonomi dengan fokus pada kesepakatan kesehatan pandemi Covid-19.

Baca: Kemenhub Raih Predikat WTP Laporan Keuangan BPK 2019

Menurut Direktur Navigasi Hengki Angkasawan, penyelesaian tes E-Pilotage Tahap I (bangku tes) harus dilakukan Administrasi Umum Perkapalan , Adalah mengevaluasi dan mengevaluasi “keseluruhan rangkaian kegiatan percobaan.” Pagi ini, Rabu (29/7/2020) Hengki mengumumkan bahwa Administrasi Umum Angkutan Laut dan pemangku kepentingan terkait melalui Administrasi Umum Navigasi telah mengambil langkah yang sangat penting dalam pelaksanaan penipuan elektronik. .

Ia melanjutkan, melakukan evaluasi bersama. Guna mengevaluasi dan menentukan langkah selanjutnya, seperti merumuskan regulasi — baca: Kementerian Perhubungan sedang menyiapkan langkah-langkah untuk memprediksi puncak kendaraan saat Idul Adha — apa yang harus dicapai ke depan Jenjang, SDM, dan regulasi digunakan sebagai kerangka hukum dalam pelaksanaannya. ”–Selain itu, Hengki mengatakan selain untuk meningkatkan keselamatan maritim dan jasa perlindungan lingkungan maritim di perairan Indonesia, penerapan E-Pilotage juga merupakan bagian internal dari Administrasi Umum Pelayaran. Proyek yang cepat dan sukses yang bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan stasiun pelayaran jasa transportasi (VTS) di wilayah pelayaran.

Baca: Hari Raya Idul Adha Pan jang Diharapkan, Yang Dilakukan Kementerian Perhubungan

– “Bahkan ke depan, layanan e-konsultasi akan berdampak pada memastikan bahwa layanan yang efektif dan tepat waktu tersedia di lokasi. Lepas Pantai Keamanan transportasi secara ekonomis dapat menekan biaya logistik dalam negeri, ”kata Hengki. Terkait evaluasi tes E-Pilotage, Hengki mengatakan metode yang digunakan dalam evaluasi menggunakan metode E-Pilotage. Metode observasi dan inkuiri langsung telah didistribusikan kepada pemangku kepentingan terkait, termasuk: ABK, Pandu, operator VTS dan penyidik ​​kuesioner, untuk mendapatkan informasi dan data utama dari peserta utama dalam uji coba elektronik.

“Dari evaluasi ini, bangku tes E-Pilotage biasanya diuji dalam empat (empat) hari, VTS Batam, VTS Tanjung Priok, VTS Benoa dan VTS Tarakan dalam penggunaan peralatan dan rekomendasi antara keduanya Dan metode komunikasi berjalan dengan baik dan lancar. Kata Henkey.

Namun, Henkey mengakui masih ada ruang untuk perbaikan di masa depan, kedepannya terutama akan melibatkan koordinasi antar instansi terkait, kapabilitas manusia, sumber daya dan regulasi atau aturan yang komprehensif. Sebagai payung hukum pelaksanaan electronic driving. Demi menyukseskan uji coba E-Pilotage tahap pertama, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak terkait, terutama bidang pelayaran, kantor pelabuhan dan kepala otoritas, jasa pembinaan perusahaan pelabuhan dan pejabat Bandan (BUP), “kata Hengki. .

Baca: Kementerian Perhubungan selenggarakan peningkatan kapasitas operator dan teknisi telekomunikasi

Selain itu, kapasitas SDM operator VTS harus ditingkatkan sesuai standar IALA, dan fungsi sistem VTS harus dioptimalkan dan ditambah Fungsi atau alat untuk membantu VTS mengambil keputusan berdasarkan keputusan general manager haihaihai sea 287 / DJPL / 2020, dan memelihara sistem secara teratur.

Bertujuan untuk memastikan keandalan peralatan VTS melalui partisipasi di KSOP, area navigasi, Pandu dan BUP Dan sosialisasi (*)

Tinggalkan Balasan