2020-10-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Juni 2020 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 99,60%, meningkat 0,13% dibandingkan NTP sebelumnya. Kenaikan tersebut disebabkan kenaikan indeks harga yang diterima petani sebesar 0,23%. Dengan cara ini, jumlah nilainya jauh lebih tinggi daripada kenaikan 0,11% pada indeks harga (Ib) yang dibayarkan oleh petani.

Kecuk Suhariyanto, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), mengatakan faktor lain yang menyebabkan kenaikan angka NTP adalah perubahan indeks konsumsi rumah tangga (IKRT) sebesar 0,08%. Setelah kenaikan tersebut, 9 dari 11 kelompok yang termasuk dalam indeks konsumsi rumah tangga juga mengalami peningkatan. Suhariyanto mengatakan bulan lalu, Rabu, 1 Juli 2020.-Suhariyanto mengatakan, BPS juga mencatat tren harga gabah dan gabah pada Juni 2020.) Mencapai 58,60%, diikuti gabah kering (GKG) 24,48%, dan gabah giling 16,92%. Naik 2,11%. Sedangkan untuk tingkat penggilingan harganya Rp 4.819 per kilogram, lebih tinggi 1,88% dari harga gabah dengan kualitas sama bulan lalu. 5.845 per kilogram atau lebih tinggi, yaitu 4,61%. Sementara dari sisi harga pabrik, harganya 5958 rupiah per kilogram atau naik 4,39%. Sementara itu, harga gabah kualitas buruk dari kebun mencapai Rp 4.374. Harga per kilogram naik 4,28%. BPS menemukan harga rata-rata beras giling halus adalah Rp 9.919 per kilogram. Harganya naik 0,94% dari bulan sebelumnya. Sementara itu, kualitas rata-rata beras di penggilingan tepung mencapai Rp 9.445 per kilogram atau turun 0,85%. Mereka masing-masing 4,24% dan 3,04%. Untuk beras kualitas jelek dikurangi. Dia datang dengan rasio 0,95%. “-Dari segi informasi, NTP mengacu pada rasio antara indeks harga yang diterima dan indeks yang dibayarkan oleh petani. NTP merupakan indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat kebahagiaan petani.

Tinggalkan Balasan