2020-10-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo melancarkan kampanye kampanye diversifikasi pangan dalam rangkaian acara “Agricultural Mixed Days” yang digelar di Jakarta, Minggu (28 Juni 2020). Gerakan diversifikasi pangan adalah mendorong masyarakat untuk memperoleh dan mengonsumsi pangan yang beraneka ragam, bergizi seimbang, dan aman.

Menurut Menteri Pertanian, gerakan diversifikasi pangan mewakili harapan dan kebutuhan seluruh rakyat Indonesia, serta keamanan yang tetap kokoh, yang memperkuat eksistensi negara kaya.

Baca: Menteri Pertanian SYL berjanji untuk mempertahankan tujuan produksi

“Hari ini, kami memperjuangkan gerakan diversifikasi pangan lokal. Kami mengumumkan bahwa kami telah memastikan bahwa pangan lokal adalah kekayaan dan budaya negara.” Tidak hanya Beras, masih ada yang lainnya. Tidak hanya beras, tapi juga ubi jalar, jagung, sorgum, sagu, kentang, labu, dll “, kata Menteri Pertanian. Selain itu, Menteri Pertanian mengatakan: Upaya sekecil apapun akan menjadi langkah untuk membantu membangun negara yang tahan bencana, yang artinya Artinya kita akan memiliki kekuatan dan kemampuan bersama. Beras putih.

Baca: Kementerian Pertanian Antisipasi Ancaman Krisis Pangan

Agung Hendriadi, Kepala Badan Ketahanan Pangan, mengatakan roadmap diversifikasi pangan dari hulu ke hilir meliputi Produksi, pasca panen, penyimpanan dan pengolahan, pemasaran – dia menjelaskan bahwa antara tahun 2020 dan 2021 akan dilakukan upaya diversifikasi pangan lokal untuk menggantikan beras, termasuk menyediakan benih / benih berkualitas tinggi, pupuk dan pendampingan – untuk menjaga areal tanam. , Serta memperbanyak sumber gula pisang di daerah baru, tidak makan beras / beras dan produk turunannya selama sehari dalam sebulan, serta melakukan kampanye dan edukasi kepada masyarakat.

Baca: Panduan Pembantaian Korban Untuk hewan pandemi Coment├ín, diterapkan fasilitas kebersihan dan sanitasi- “Kami mendorong pengembangan produk non beras lokal berdasarkan potensi lokal dan tali sepatu khusus. Daerah ini memiliki keunggulan dalam produksi cts,” Agung Katakanlah., Pisang, kentang, dan jagung.

Selain itu, Argonne menambahkan, sosialisasi dan edukasi akan terus bergema agar masyarakat bisa menyantap makanan lokal karena bergizi dan sehat. (*)

Tinggalkan Balasan