2020-10-24 |  Kilas Kementerian

Pulau Bintan TRIBUNNEWS.COM-Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang di Pulau Bintan, Kepulauan Riau diperkirakan menyerap 23.000 tenaga kerja. Saat ini, pengembangan kawasan ekonomi khusus sudah mencapai 80% dan harus dioperasikan pada 2021. Saat kunjungan lapangan ke PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang Pulau Bintan, Kepulauan Riau (26/9/2020). -Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga menambahkan, rencana kawasan ekonomi khusus Galang Batang juga akan membangun industri tekstil. Nantinya, industri ini akan menyerap tenaga para istri atau keluarga pekerja PT BAI.

“Ini adalah metode unik yang belum banyak digunakan di berbagai pabrik,” katanya. Dia menjelaskan ZES di Galang Batang saat ini sedang membangun smelter aluminium dengan produksi tahunan 1 juta ton. Pihaknya akan bekerja sama dengan semua pihak untuk mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni untuk mencapai target 23.000 pekerja yang dibutuhkan.

“Kami akan bekerja sama dengan daerah untuk mempercepat persiapan angkatan kerja. Kami juga akan mencari bantuan pejabat eksternal dari daerah untuk mengirimkan TKI ke daerah,” jelasnya. Ia mengatakan: “Menjadi substitusi teknologi bagi tenaga kerja asing disini.” Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita; Menteri Perdagangan Agus Suparmanto; Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga; Presiden Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Rosan P. Roeslani. (*)

Tinggalkan Balasan