2020-10-24 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam rapat kerja bersama Komite IV DPR menegaskan bahwa pihaknya masih berkomitmen untuk memberikan pangan kepada 267 juta orang dengan menetapkan target beberapa produk pada 2021. Oleh karena itu, pidatonya di tengah rapat dimaknai mengundurkan diri sebagai menteri jika target diturunkan, yang dimaknai tidak bersedia menurunkan target produksi pangan yang dilihat oleh beberapa pihak. – “Kalau ada yang mau menurunkan target produksi, saya akan berdiri di garis depan dan menolak. Kita harus membela kepentingan petani dan rakyat. Kita harus pakai tangan kita sendiri untuk memenuhi kebutuhan pangan rakyat,” kata Syahrul kepada masyarakat Indonesia. Senin, 22 Juni 2020, Gedung Parlemen. Karena itu, dirinya tidak mengandalkan impor, sehingga bertekad untuk terus meningkatkan produksi negaranya, terutama pangan strategis. -Menteri Pertanian SYL mengakui bahwa pandemi Covid-19 secara langsung maupun tidak langsung merupakan ancaman dan tantangan bagi upaya penyediaan pangan. Ia mengatakan itu karena distribusi dan kapasitas produksi pangan telah hancur.

“Namun, pejabat kami dari Kementerian Pertanian, serta pejabat dari Kementerian Pertanian, gubernur, bupati, Kamatia, dan petani selalu optimis dengan tujuan tersebut. Kami memikirkan sendiri. Karena inilah kebutuhan negara,” ujarnya Mengatakan. (*)

Tinggalkan Balasan