2020-10-24 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kasdi Subagyono, General Manager Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), meminta seluruh perangkat kerjanya melakukan terobosan dan inovasi sesuai dengan instruksi Menteri Pertanian (Mentan) SyahruI Yasin Limpo. Rencana penanaman induk poros tersebut akan dilaksanakan dalam lima tahun ke depan.

Baca: Menteri Pertanian Syahrul Pantau Persiapan Kurban dan Pantau Ternak di Subang- “Rencana tersebut antara lain pengembangan logistik benih, perbaikan produk, serta produktivitas dan optimalisasi lahan, peningkatan daya saing dan Nilai tambah pangsa pasar, “kata Kasdi saat Musyawarah Pembangunan Pertanian (Musrembangtan) di Aula Utama Kementerian Pertanian di Jakarta, Senin 13 Juli 2020. -Kasdi mengatakan rencana lain ditujukan untuk memodernisasi perkebunan dan mengoptimalkan pemangku kepentingan. Kemudian, meningkatkan SDM petani kecil dan kapasitas kelembagaan ekonomi. Menurut dia, pagu anggaran lebih banyak ditentukan oleh kepentingan logistik benih, total logistik benih sebesar Rp 1192 miliar atau mencapai Rp 442,8 miliar.

“Untuk meningkatkan produksi, kami menghabiskan Rs 332 crore, jaringan peserta Rs 170 crore, nilai tambah, daya saing dan pangsa pasar Rs 152 crore, sumber daya manusia dan lembaga ekonomi perkebunan Rs 74 crore Dan modernisasi perkebunan 200 crore.Perkebunan Nusantara III Reorganisasi 10 anak perusahaan non-PTPN — Dalam hal yang sama, Suwandi, Direktur Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, mengatakan sejauh ini enam prioritas sedang berjalan. Kegiatan, kata dia, enam sumbu tersebut merupakan rencana jangka panjang Kementerian Pertanian.

Keenam aspek tersebut meliputi produksi padi, pengembangan jagung dan gabah lainnya, kedelai dan berbagai pengelolaan umbi, pengelolaan benih, perlindungan tanaman dari OPT dan Pelanggaran KTP P .- “Selain itu, kami juga fokus pada pascapanen, pengolahan dan pemasaran hasil tanaman pangan serta gaji, operasional perkantoran, unit manajemen, fee dan uang untuk agen lapangan,” ujarnya. Biro Sumber Daya Manusia Pertanian (BPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan, indikator kinerja peningkatan sumber daya manusia pertanian terus membaik baca: Untuk memacu budidaya anggrek, Menteri Pertanian mendorong Eka Karya Flora memperluas akses pasar – menurutnya peningkatan kualitas karena hal tersebut. Faktanya, selama ini Kementerian Pertanian juga menitikberatkan pada kegiatan prioritas peningkatan produktivitas yang dipadukan dengan keberlanjutan sumber daya manusia dan kepastian pasar.Selain itu, Kementerian Pertanian telah memperkuat database petani dan edukasi. Untuk pendidikan dan pelatihan vokasi pertanian akan melaksanakan pendidikan dan pelatihan vokasi melalui pembenahan dan penguatan sistem sertifikasi keterampilan, menjadikan kegiatan industri sebagai prioritas, ucapnya: Sebuah gerakan untuk meningkatkan semangat usaha kecil dan menengah pertanian melalui pengusaha pertanian

Pada saat yang sama, Direktorat Alsintan (Alsintan) Andi Nur Alam Syah (Andi Nur Alam Syah) yang diwakili oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Pertanian (PSP) bertujuan untuk meningkatkan pasokan pangan secara substansial, tetapi juga untuk konsumsi pangan. Akses dan kualitas lempengan terus ditingkatkan, antara lain: produksi padi 62,5 juta ton GKG, produksi jagung 25,38 juta ton PK dan produksi daging sapi / kerbau 463.322 ton. Anda sedang memperbaiki 269.884 hektar jaringan irigasi tersier, 1100 5 unit irigasi pompa, 138 unit irigasi perpipaan, 600 unit pertanian l Dia menyimpulkan: “Ada unit reservoir, 100.000 hektar lahan sudah dioptimalkan, dan 20.000 hektar proyek restorasi JUT telah dikembangkan. “(*)

Tinggalkan Balasan