2020-10-23 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah melakukan kerja sama seluas-luasnya dengan semua pihak sejak awal, tujuannya adalah transparansi dan akuntabilitas, serta hanya untuk memajukan koperasi dan UMKM di tanah air. Baca: Pinjaman Sektor Kesehatan untuk Usaha Kecil dan Menengah Meningkat-Jumlah UMKM di Indonesia Sekitar 64 Juta, Jadi Pemerintah Tidak Bisa Bekerja Sendiri. Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menjelaskan pada Selasa (26 Mei 2020): “Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan platform e-commerce, stand tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan.” Pasca pandemi Covid-19 Khususnya bekerjasama dengan platform e-commerce, menggunakan sistem non APBN, dan pihak online dan offline lainnya untuk mendorong perkembangan UKM di tanah air. Ia menjelaskan, banyak laporan yang menunjukkan bahwa beberapa UMKM yang bertahan atau bahkan berkembang selama pandemi terkoneksi dengan platform online. Ia mengatakan: “Masing-masing menjaga kegiatan ekonomi tetap berjalan.” Bersama Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, mereka membantu membangun dan memperkuat booth dengan bantuan teknologi digital. Kampanye #BanggaBua tanDonesia baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Semakin banyak produk UMKM yang memasuki platform e-commerce, yang menjadi pendorong bagi UMKM untuk memasuki ekonomi digital.

Baca: Mulai KUMKM Center, Kerjasama Departemen dan PME Bekerja Sama dengan Bibli

Laporan McKinsey (2018) menunjukkan bahwa ekonomi digital akan membawa setidaknya empat macam keuntungan, yaitu: 1) Manfaat finansial dari peningkatan penjualan 2) Menciptakan lapangan kerja, terutama bagi usaha kecil dan menengah; 3) Keuntungan bagi pembeli, yaitu dapat menghemat 11% hingga 25% dari harga eceran; 4) Kesetaraan sosial (social equal): yaitu, perempuan melakukan aktivitas melalui platform e-commerce dan Kemungkinan mendapatkan penghasilan. Tetten berkata: “Terakhir, Koperasi dan Kementrian Usaha Kecil Menengah dan saya selalu terbuka untuk kritik, catatan atau keterbukaan yang konstruktif oleh siapapun termasuk Farid Overtime brothers.” “Saat ini, usaha kecil dan menengah kita. Masih ada 87% angka (online), kami melakukan refleksi kolaboratif untuk membantu UMKM kami bertahan dari Covid-19 dan melangkah maju setelahnya.

Tinggalkan Balasan