2020-10-23 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama anggota tim inti DPR RI Kalimantan menggelar focus group discussion (FGD) Kajian Lingkungan Strategis (KLHS) dan Restorasi Gambut dalam Rencana Pembangunan Pangan Kalimantan Tengah. Misi -KLHK adalah mengawasi lingkungan dan kehutanan serta menyiapkan KLHS cepat untuk rencana tersebut.

Baca: Menteri LHK Dukung 7024 Kampung Tangguh Nusantara TNI-Polri Promosikan Keamanan Pangan

Wakil Menteri LHK Dohong memimpin virtual flue gas desulfurization device pada Jumat (17/7/2020), Panitia Keempat DRI RI Hadir dalam pertemuan tersebut Wakil Ketua Budisatrio Djiwandono, Wakil Ketua Komite Keempat DPR RI Daniel Johan, dan Willy dari Komite Ketujuh DRI RI. Joseph M. Joseph (M Yoseph), Anggota DPR RI Bambang Purwanto dari Panitia Keempat dan Anggota DPR RI Ary Egahni dari Panitia III.

Menurut Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012, pangan meliputi hasil pertanian, perkebunan, kehutanan, dan perikanan , Peternakan, air dan air. Konsep makanan disebutkan di sini. Sebab, tidak hanya sawah atau padi saja. Talk Food Estate adalah pusat pengembangan makanan. Berbeda dengan persawahan, persawahan merupakan pusat pengembangan padi. Artinya, pangan PLG yang lama akan berkembang sepenuhnya, ‚ÄĚkata Wakil Menteri Alue Dohong. Wakil Menteri Alue Dohong mencontohkan, food estate itu berbeda dengan sawah lama 1.400 hektare.

Lalu, rencana food estate pemerintah Akan lebih terintegrasi dengan restorasi gambut.) Teknis dan tata kelola yang baik (governance) dapat dilakukan pada potensi 165.000 hektar lahan mineral tipis dan gambut.

Ia juga menjelaskan peran KLHK dalam pembangunan pangan berkelanjutan di PLG lama Pertama, rencana pelaksanaan KL Fast HS yang dirumuskan oleh Direktorat Jenderal Tata Hutan dan Pengelolaan Lingkungan (PKTL)).

Tinggalkan Balasan