2020-10-23 |  Kilas Kementerian

LANDAK TRIBUNNEWS.COM-Badan Penindakan Umum (Jakum) Kuala Lumpur dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalbar, Kodam XII / Tanjungpura, Brimob dan Korwas PPNS Polda Kalbar, tim gabungan yang terdiri dari SatPol PP Kab. Unsur Landak dan Muspika Kec. Sejak 27 Agustus 2020, mandor telah menghentikan penambangan liar di Cagar Alam (CA) Mandor di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat.

Pemberhentian ini berhasil mengamankan areal seluas kurang lebih 700 hektar (Ha). Dihancurkan oleh penambang ilegal, memusnahkan 400 penambang ilegal dan 154 mesin Dompeng Machines / Robin Machines, dan membersihkan infrastruktur penambangan ilegal di lokasi. Penyidik ​​di KLHK Gakkum sedang mengumpulkan dan menyelidiki para intelektual yang mendanai penambangan ilegal di CA Mandor. Lapisan, yaitu Pasal 89. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013, Pasal 17 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, memiliki hukuman maksimal 15 tahun dan denda maksimal 100 Miliar rupiah. Selain itu, penulis juga dapat terikat dengan Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1. Pasal 98 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan Pasal 98 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup mengatur bahwa hukuman penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 100 miliar. . Gunakan hukuman berlapis untuk menjebak aktor intelektual dan mengembangkannya menjadi aktor lain yang terlibat. Kejahatan lingkungan adalah kejahatan luar biasa. Pada tahun 2014, kami melakukan operasi serupa. Kami berhasil mengevakuasi sekitar 450 penambang ilegal, menghancurkan lebih dari 100 gubuk penambang ilegal, menghancurkan 60 mesin Doppeng, 1 buldoser, serta menangkap 7 penambang ilegal dan 2 Dukungan dari pihak asing, ”kata Sustyo.

“ Semua aktivitas ilegal di kawasan CA Mandor harus dihilangkan, ekosistem yang rusak harus dipulihkan, dan restorasi ini akan melibatkan masyarakat setempat.

Pada saat yang sama Rasio Ridho Sani, Direktur Utama Gakkum KLHK, di Jakarta (2 September 2020) mengatakan, langkah ini harus mengingatkan pihak lain yang membahayakan lingkungan dan kejahatan hutan. “Jangan sampai CA. Cagar Mandor dihancurkan oleh penjahat pertambangan ilegal yang mencari untung tetapi memiliki kekayaan besar. Rasio Sani mengatakan: “Ini berdampak signifikan terhadap kerusakan lingkungan, kesehatan masyarakat dan kerugian nasional.” Rasio Sani lebih lanjut menjelaskan bahwa penggunaan merkuri atau merkuri dalam tambang emas yang dilakukan oleh CA Mandor tidak hanya akan merusak lingkungan. Tapi itu akan mengancam kesehatan masyarakat. Merkuri yang terhirup atau dilepaskan ke lingkungan melalui sistem rantai makanan dan masuk ke dalam tubuh manusia akan membahayakan kesehatan karena akan menimbulkan penyakit penyebab air. Rasio mengatakan: “Kita tidak boleh mengulang tragedi air, kita harus melindungi masyarakat.” — Agar keadaan ini tidak berdampak buruk dan tidak terulang kembali, para intelektual / investor tambang liar harus dikenai sanksi berganda. Untuk membuatnya menderita hukuman paling berat. Rasio Sani mengatakan, “Kami berterima kasih kepada polisi, TNI, dan masyarakat atas dukungan penuh dalam operasi pemulihan kawasan mandor CA ini. Kita harus bersatu melawan kejahatan lingkungan dan hutan.”

Tinggalkan Balasan