2020-10-22 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) melaporkan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) sedang menyusun rencana untuk menghadapi kemungkinan krisis pangan global. Karena wabah Covid 19 yang sedang berlangsung, krisis diperkirakan akan melanda dunia. -Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan rencana dalam rencana tersebut adalah percepatan tanam sekaligus, kemudian menyediakan fasilitas produksi, menyediakan dana untuk KUR usaha pertanian, dan memberikan modal niaga bagi petani kecil. Tujuan kami adalah meningkatkan produksi pangan sekitar 7%. Ini harus dilaksanakan bila sudah ada kebijakan, “kata Menteri Pertanian saat jumpa pers dengan Menteri Luar Negeri Jakarta, Kamis (4/6).

Menurut Menteri Pertanian SYL, ada 11 bahan makanan pokok yang mendapat perhatian khusus dari pemerintah, sebelas di antaranya beras, jagung, daun bawang, bawang putih, cabai besar, cabai shuttle, daging sapi, ayam, telur, gula, dan minyak goreng. . Menurut dia, pemerintah telah melaksanakan tiga tahap pembangunan yaitu tahap pertama rencana jangka pendek, rencana jangka menengah, dan tahap ketiga pelaksanaan rencana jangka panjang.

“Kebijakan-kebijakan ini, kata dia, rencana dan rencana ini diharapkan, dipercepat, dan fokus pada penanganan kerusakan akibat pandemi Covid-19, namun tetap dalam kebijakan dan rencana yang dirancang dalam rencana strategis Kementerian Pertanian. Dalam ruang lingkupnya, ”ujarnya. -Seperti yang kita ketahui bersama, sesuai Visi Pertanian 2020-2024, pertanian telah melaksanakan berbagai kebijakan dan rencana peningkatan produksi. — Visi tersebut meliputi terwujudnya yang maju, mandiri dan modern berdasarkan prinsip gotong royong Pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan