2020-10-22 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial Juliari P. Batubara mengatakan, pencapaian anggaran yang dicapai Kementerian Sosial (Kemensos) cukup mengesankan.

Sampai Kamis (2020/9/7), pagu anggaran untuk tahun anggaran 2020 sebesar 104,45 miliar rupiah, dan pencapaian anggaran mencapai 66,04 miliar rupiah atau 63,23%.

Menurut kepemimpinan Jokowi, realisasi anggaran Kementerian Sosial mencakup semua jenis belanja, antara lain belanja komoditas sebesar 38,85%, belanja modal pembangunan 37,88%, pusat pengelolaan administrasi 63,53%, belanja bantuan sosial 64,23%, dan belanja lainnya. . Belanja semua kementerian / lembaga. – Angka ini jauh lebih tinggi dari 39% dari rata-rata APBN.

Baca: Kemensos Kunjungi Sukabumi, Berharap BST Bisa Dorong Pembangunan Ekonomi Massal

– Kepemimpinan, Percepat Belanja Publik Jadi Kunci Perlambatan Pandemi Oda Ekonomi. Oleh karena itu, saya selalu mendorong Kementerian Sosial untuk terus meningkatkan belanja. Pengeluaran untuk masing-masing departemen kerja, “kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara di Jakarta, Kamis (9/7/2020) sesuai siaran pers yang diterima Tribunnews. Di antara jenis belanja yang berbeda, Mensos meyakini belanja bansos itu diyakini Ini cara paling efektif untuk meningkatkan daya beli masyarakat .

Baca: Masyarakat terdampak Covid-19, Alumni Akabri, memberikan bansos ke berbagai provinsi pada tahun 1989

“Misalnya karena bansos berupa uang tunai, dana Diterima langsung oleh keluarga penerima (KPM). Kemudian mereka menggunakan dananya langsung ke toko terdekat. Itu sebabnya perekonomian daerah terus digenjot. Ia mengatakan-Mendagri menambahkan, dalam batas tahun anggaran 2020, total nilai penyaluran bansos oleh Kementerian Sosial sebesar Rp 100,21 triliun yang capaiannya kemarin Rp 64,36 triliun. , Terhitung 64% dan 23%. Dalam banyak kasus, Mensos kerap mengemukakan bahwa bansos pada saat pandemi Covid-19, seperti Bantuan Tunai (BST), langsung mendirikan pohon oak sebagai motor penggerak perekonomian. . .

Baca: Pusat Kemensos Siap Sambut Remaja Korban Pelecehan Seksual di Lampung

Tinggalkan Balasan