2020-10-22 |  Kilas Kementerian

Yogyakarta, TRIBUNNEWS.COM-Melalui pertemuan ke-101 Maritime Safety Committee (MSC) yang diselenggarakan pada Juni 2019 lalu, International Maritime Organization (IMO) menetapkan rencana / peta untuk pemanfaatan di perairan Indonesia (yaitu Selat Sunta dan Naga). Merupakan jalur pelayaran yang sangat sibuk dan sempit, atau disebut juga dengan Traffic Separation System (TSS).

TSS Selat Datong dan Lombok akan dilaksanakan sepenuhnya, atau berlaku efektif mulai 1 Juli 2020. Penerbitan IMOCOLREG.2-IARC.74 dan SN.1-CIRC.337 semakin memperkuat masalah ini, yang melibatkan implementasi TSS dan langkah-langkah perutean terkait di Selat Sunda dan Selat Lombok.- — Dengan lainnya Implementasi TSS di Selat dan Selat Lombok. , Pemerintah Indonesia. Kementerian Perhubungan melalui Administrasi Umum Angkutan Laut khususnya dalam hal ini Stasiun Merak Vessel Traffic Service (VTS) di Zona Pelayaran Kelas I Tanjung Pruek dan Stasiun VTS di Benoa di Zona Navigasi Kelas II Benoa semuanya dibutuhkan. Berusaha keras untuk mempersiapkan layanan navigasi untuk kapal. Guna meningkatkan keselamatan navigasi di dua selat penting ini dan melindungi lingkungan laut, kapal-kapal melintasi TSS di Selat Sunta dan Selat Lombok.

Ini disiarkan oleh Hengki Angkasawan, Direktur Navigasi pada acara pembukaan. Mulai Senin (27/7/2020) hingga Selasa (28/7/19) dua (dua) hari berikutnya penyelenggara telekomunikasi maritim dan kegiatan pembinaan tenaga teknis. Tahun 2020 di Yogyakarta.

“Sangat penting bagi operator VTS dan teknisi telekomunikasi maritim untuk meningkatkan kapabilitas mereka. Mereka terkait dengan pengetahuan yang dibutuhkan untuk mewujudkan peran VTS dalam memantau implementasi TSS. Henkey mengatakan:” Ini juga untuk memenuhi Kemampuan yang disyaratkan oleh hukum dan peraturan yang berlaku terkait dengan operasi telekomunikasi maritim. -Henkey mengatakan bahwa untuk itu penyelenggaraan kegiatan pembinaan bagi penyelenggara telekomunikasi maritim dan tenaga teknis yaitu memberikan saran dan pemutakhiran regulasi terkait dan pedoman terkait lainnya dapat membantu meningkatkan kapabilitas SDM operator dan tenaga teknis di lapangan. Mewujudkan keselamatan navigasi di perairan Indonesia dan perlindungan lingkungan laut, sehingga meningkatkan keselamatan navigasi dan perlindungan lingkungan laut untuk navigasi.Selain itu mengingat TSS Selat Sunda dan Selat Lombok juga merupakan salah satu jalur internasional terpenting, Karena kedua TSS tersebut berada di Selat Kepulauan Indonesia (ALKI) maka penelitian harus memiliki pemahaman yang mendalam. Hal ini terkait dengan keberadaan kedua TSS Indonesia tersebut dan dampak regulasi internasional terkait lainnya terhadap prosedur navigasi di kawasan TSS.

” Oleh karena itu, dalam acara ini kami mengundang narasumber yang berkompeten untuk melakukan penelitian mendalam tentang aturan dan implementasi TSS, salah satunya adalah “United Nations Convention”. Laksamana TNI Kresno Buntoro, Kepala Departemen Hukum Angkatan Laut Indonesia, menjelaskan tentang hukum laut dan hubungannya dengan penegakan hukum dalam pelaksanaan TSS, dan pelaksanaan aturan terkait aturan 10 Cenregs (Cenregs). Basic.-Selain itu, kegiatan bimbingan ini juga akan memungkinkan operator dan teknisi memahami persiapan VTS dari segi peralatan dan operasional serta sumber daya manusia yang bertugas. Stasiun VTS.

“Selain itu, mereka juga akan Menjadi penguasa yang berlaku untuk regulasi nasional, standar komunikasi maritim internasional / frase standar komunikasi maritim (SMCP) dan standar operasi dan prosedur (SOP) yang harus digunakan saat mengimplementasikan aturan. Hengki menjelaskan: “TSS terjadi baik dalam situasi normal maupun darurat. -Hengki berharap dengan mengikuti ajang ini para operator dan teknisi telekomunikasi maritim khususnya teknologi yang bertugas di stasiun VTS di TSS Selat Lombok dan Selat Sunda Personil dapat menyegarkan diri dan memperbarui peraturan dan pengetahuan baru untuk meningkatkan kinerja mereka dalam pemberian layanan.Dari segi informasi, pembinaan para operator dan teknisi telekomunikasi maritim diadakan di Yogyakarta untuk mendukung Yogyakarta sebagai daerah tujuan wisata utama yang dianggap sebagai salah satu sektor yang dapat menghidupkan kembali perekonomian Indonesia setelah Yogyakarta.Pandemi ini tentunya masih dimanfaatkan. Protokol Kesehatan untuk mencegah COVID-19.

Kegiatan pembinaan teknisi navigasi dan operator telekomunikasi mengumpulkan 10 (sepuluh) peserta, termasuk 5 (lima) peserta dari stasiun VTS Merak secara online, di hadapan perwakilan dari seluruh wilayah navigasi, Saya pribadi mengunjungi Tanjung Priok di area navigasi level pertama dan lima (lima) peserta dari stasiun VTS Benoit di bawah area navigasi level dua Benos. (*)

Tinggalkan Balasan