2020-10-22 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22/2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024, pengembangan sumber daya manusia senior (SDM) harus komprehensif dan tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif. , Untuk membangun sumber daya manusia yang unggul yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, enam pilar utama yang harus dimiliki, yaitu keimanan dan penghormatan kepada Tuhan, kemandirian, penalaran kritis, keberagaman global, gotong royong, dan kreativitas. Terkait dengan enam pilar yang akan dimiliki oleh generasi penerus, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Pembinaan Karakter (Puspeka) memaparkan rangkaian program yang bertujuan untuk membangun SDM yang berperilaku selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Tanamkan nilai-nilai Pancasila melalui TikTok

Untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila, tampaknya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengadopsi cara yang unik melalui aplikasi yang saat ini dipromosikan oleh Generasi Z, yaitu TikTok.

Pada Senin (1/6/2020) Kemendikbud melakukan diskusi singkat bertema “Aku, Kamu, Dia dan Pancasila” melalui akun TikTok resminya.

Dalam diskusi singkat ini, Hilmar Farid, Direktur Departemen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan pentingnya semangat gotong royong dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia.

“Kemampuan kita untuk berkolaborasi, mengesampingkan semua perbedaan dan mengusulkan solusi untuk tujuan bersama akan membantu Indonesia pulih lebih cepat bahkan memajukan Indonesia,” jelas Silma.

Hilma juga menyampaikan apresiasinya kepada para generasi muda yang menerapkan gotong royong di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini.

“Banyak anak muda yang memiliki inisiatif besar untuk membantu masyarakat bersama. Arakat telah terkena dampak wabah ini. Dijelaskannya bahwa ini adalah bukti nyata bahwa anak muda menyadari nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.- — Pancasila terlibat dalam karya kreatif hari itu

Selain diskusi informal di aplikasi TikTok, Puspeka juga mengadakan lomba kreatif dalam rangka HUT Pancasila tahun 2020

Menurut Direktur Pusat Pembentukan Karakter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diadakan lomba Hendarman untuk mendorong siswa mengamalkan nilai-nilai Pancasila. -Hendaman menjelaskan: “ Lomba ini untuk siswa mengukuhkan diri. Karakter, cara nilai masing-masing karya. ”

Jenis lomba, seperti lomba komik grafis (SDLB) tingkat Sekolah Dasar (SD) / Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) atau sederajat, Lomba Kartun Sekolah Menengah Atas (SMP) / Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB) atau Sederajat, Sekolah Menengah Atas atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMA / K) / Sekolah Menengah Luar Biasa atau Sekolah Menengah Kejuruan Luar Biasa (SMALB / KLB) atau lomba poster sederajat. – Kemudian, animasi 2D / 3D Lomba Perguruan Tinggi, Lomba Menulis Puisi Sekolah Menengah Luar Biasa (SMPLB), Lomba Membaca Puisi Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB) dan Tingkat SMA / K sederajat serta lomba video pendidikan TikTok tingkat perguruan tinggi.

Kepada Mendikbud Mas — -Puspeka Kemendikbud juga menyelenggarakan lomba penulisan surat bertema “Kemenangan Hikmah Saat Pandemi, Surat Kepada Menteri Mas Nadiem Makarim”, dan selanjutnya para siswa dan guru juga akan berpartisipasi. P Pengikat sekitar Mei 2020 bertujuan untuk Guru dan siswa diajak berbagi cerita inspiratif kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadhan saat pandemi Covid-19.

Hundaman menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pembentukan kepribadian siswa dan guru. Mengatakan: “Acara ini bukan hanya kompetisi, tapi juga sebagai bentuk penguatan pendidikan karakter, khususnya bagi para guru dan siswa saat pandemi Covid-19. -Hendarman melanjutkan, pada saat pandemi Covid-19, ketika siswa dan guru bekerja sama dan mendukung kegiatan mengajar secara toleran, mereka bisa melihat role building.

Melalui rangkaian kegiatan ini, Puspeka Kemendikbud berharap suatu saat nanti Menciptakan sumber daya manusia unggul yang menggunakan nilai-nilai Pancasila dan mampu bersaing dalam persaingan global.

Tinggalkan Balasan