2020-10-21 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan produktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di tengah pandemi Covid-19, Kementerian Ketenagakerjaan membahas pentingnya pengemasan produk dengan alumni UMKM UNPAD melalui Biro Umum Pengembangan Produktivitas Binalattas. -Pada Senin (28/9/2020), diluncurkan acara bertajuk “Fine Packaging untuk Meningkatkan Produktivitas UMKM”.

Productivity Manager Fahrurozi mengatakan bahwa acara ini bertujuan untuk menyampaikan pentingnya produk yang dikemas dengan baik. Fahrurozi mengatakan: “Kemasan yang baik adalah nilai tambah produk.” Fahrurozi juga mengemukakan bahwa produk yang dikemas dengan baik merupakan salah satu strategi untuk menghadapi persaingan. . Dunia UMKM.

Terlebih pandemi Covid-19 seperti sekarang yang berdampak besar pada UMKM. Menurut dia, dampak kesulitan operasional tersebut menyebabkan banyak pekerja di rumah dipecat, dan banyak pengusaha kecil menengah yang tidak dapat melanjutkan kegiatannya.

Ini berbeda dengan krisis mata uang yang terjadi. Fahrurozi mengatakan itu tahun 1998. Saat itu, usaha kecil dan menengah memang telah menjadi penyelamat perekonomian nasional, pada saat banyak perusahaan besar yang tutup, laju pertumbuhan usaha kecil dan menengah bisa mencapai 350%. — Dikatakannya, UMKM harus dilakukan, karena tingkat produktivitas yang dicapai UMKM merupakan indeks efisiensi bila UMKM tersebut digabungkan dengan sumber daya ekonomi. Produktivitas merupakan salah satu faktor penting bagi kesejahteraan usaha kecil dan menengah.

Dikatakannya: “Produktivitas merupakan salah satu aspek yang menentukan keberhasilan UMKM dalam persaingan bisnis yang semakin ketat”. -Acara ini diprakarsai oleh alumni UMKM Dewi Tenty. Diperkenalkan ahli dari industri makanan, pengolahan dan pengemasan, perusahaan ini berlokasi di Detty Tatiananda, Jawa Barat. Satpel Bandung, pengembangan industri kemasan Citra Artika sarti; dan CEO kewirausahaan D&D Delli Gunarsa.

Peserta yang mengikuti acara ini adalah UMKM pusat / daerah, industri, pendidikan dan masyarakat yang terdiri dari UMKM, UMKM dibantu oleh narasumber alumni dan UMKM lainnya oleh Biro Pengembangan Produktivitas UMKM. (*)

Tinggalkan Balasan