2020-10-21 |  Kilas Kementerian

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah telah mencanangkan kerja sama seluas-luasnya dengan semua pihak sejak awal yang prinsipnya transparansi, akuntabilitas dan hanya untuk memajukan koperasi dan UMKM di tanah air. Meningkat ——Jumlah UMKM di Indonesia sekitar 64 juta, sehingga pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan UKM, menjelaskan pada Selasa (26 Mei 2020): “Kami telah dan akan terus bekerja sama dengan platform e-commerce, stand tradisional, koperasi, lembaga pendidikan dan pelatihan.” Ia mengatakan: “Dan terkait lainnya Dalam rangka mempromosikan perkembangan usaha kecil dan menengah di tanah air, baik secara online maupun offline, terutama bekerjasama dengan platform e-commerce untuk menggunakan sistem non APBN. “Baca teks lengkap 2 Bantu usaha kecil dan menengah menghadapi masa-masa sulit-saat ini, Teten Memastikan bahwa dia sepenuhnya fokus membantu era pandemi Covid-19. Ia menjelaskan, banyak laporan yang menunjukkan bahwa di antara UMKM yang bertahan atau bahkan berkembang selama pandemi, ada UMKM yang terhubung ke platform. Dia berkata: “melalui formulir online-dengan mempertahankan aktivitas ekonomi saat ini untuk mencapai masing-masing.” Bersama Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Bukalapak, mereka menggunakan teknologi digital untuk membantu membangun dan mendekorasi booth.

Baca: Tren baru menyerap UKM dan mengantarkan Lebaran yang dikemas dalam tas anyaman warna-warni — hal ini juga sejalan dengan kampanye #BanggaBuatanIndonesia yang baru-baru ini diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Semakin banyak produk UMKM yang masuk ke dalam platform e-commerce yang menjadi pendorong bagi UMKM untuk memasuki ekonomi digital.

Baca: Peluncuran KUMKM Hub, Departemen Kerjasama dan PME Bekerja Sama dengan Bibli

Laporan McKinsey (2018) menunjukkan bahwa ekonomi digital akan membawa setidaknya 4 macam keuntungan, yaitu: 1) Keuangan yang dibawa oleh peningkatan penjualan Pendapatan; 2) Menciptakan lapangan kerja, terutama untuk usaha kecil dan menengah; 3) Keuntungan bagi pembeli, yaitu dapat menghemat 11% hingga 25% dari harga eceran; 4) Kesetaraan sosial (kesetaraan sosial).

Ini adalah Kesempatan bagi wanita untuk melakukan aktivitas dan memperoleh penghasilan melalui aktivitas di platform e-commerce. Tetten mengatakan: “Terakhir, saya dan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah selalu terbuka untuk kritik, sambutan, atau keterbukaan yang konstruktif oleh siapa pun, termasuk saudara Lembur Farid.” Kami melakukan refleksi kerjasama untuk membantu kami UKM selamat dari Covid-19 dan terus bergerak maju setelahnya.

Tinggalkan Balasan