2020-10-21 |  Kilas Kementerian

Tim SAR TRIBUNNEWS.COM-SAR dan instansi terkait lainnya (termasuk Tata Kelautan Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kupon Kelas III Administrasi Pelabuhan dan Administrasi Pelabuhan (KSOP), menurunkan kapal patroli KPLP KNP.340 .

“Data sementara yang kami terima sejauh ini menunjukkan ada 28 orang di dalamnya, di antaranya 2 (2) orang meninggal dunia, 20 (2) orang masih hidup, dan 6 (6) orang masih melakukan pencarian,” Senin (6/7). Dikatakan Direktur Biro KSOP Aprianus Hangki. Dinas Perhubungan Provinsi NTT, BPBD, Negara Tagana, Pelindo III dan pihak terkait lainnya.

Menurut laporan kantor KSOP Grup III di Kupang, kapal nelayan Kasih 025 berangkat dari Taboron Minggu pagi menuju Roth (5/7), namun kapal nelayan KASIH 025 berukuran GT, kapal 13 berukuran panjang 15,55 meter dan lebar 3,1 meter, tidak berangkat dari pelabuhan, melainkan dari Nusa Tenggara Timur. Kapten pelabuhan perikanan di bawah Biro Kelautan dan Perikanan Provinsi La berangkat. Hanji mengatakan: “Gelombang besar setinggi 2 hingga 4 meter menyebabkan kecelakaan berperahu.” – Setelah kejadian itu, Bahari Express di Rote-Kupang lewat dan memberi tahu Pantai Stasiun radio, sebuah kapal nelayan tenggelam. Ia meminta bantuan segera. – Setelah sampai di pelabuhan Tenau, tim yang terdiri dari KSOP Kupang, Jawatan Kesehatan Pelabuhan, dan staf Satuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPP) langsung membawa korban selamat ke pelabuhan Dinkes melakukan pemeriksaan kesehatan kemudian ke RS Ehatan Bhayangkara. – Bersamaan dengan itu, kapal patroli KNP.340 dan Basarnas Antareja milik Kantor KSOP Kantor Tingkat III Kupang langsung kembali ke lokasi kejadian untuk mencari dan mengungsi. Sekitar WITA, kapal Basarnas menemukan 2 (2) korban tewas, ”jelas Hangki.

Setelah kapal Basarnas tiba di pelabuhan Tenau pada Minggu malam, korban meninggal dunia dan yang selamat langsung dibawa pulang. Bhayangkara jatuh sakit. Perlu penanganan lebih lanjut.

Hangki berharap seluruh korban hilang dapat ditemukan dengan selamat oleh tim evakuasi terpadu.

Tinggalkan Balasan