2020-10-21 |  Kilas Kementerian

Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua DPR RI Panitia TRIBUNNEWS.COM-X Jakarta, meminta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparerkraf) untuk mengembangkan potensi desa wisata Indonesia yang masih kurang mendapat perhatian pemerintah.

Gedung Wishnutama Kusubandio DPR, Jakarta, Senayan, Rabu (23/9/2020) .

“Menurut Badan Pariwisata Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, pertumbuhan pariwisata pedesaan sebenarnya meningkat 6%. Kita tidak boleh kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan peluang ini dan terkena pandemi. Kata Fikri.

Menurut Fikri, selama ini orang asing telah Pengetahuan pariwisata hanya tinggal beberapa jari. -Politisi PKS ini merujuk pada empat desa wisata di Indonesia, yaitu Desa Pemuteran (Bali), Desa Penglipuran (Bali), Desa Nnglanggeran (Yogyakarta), dan Desa Pentingsari (Yogyakarta). Termasuk dalam Berke Global Green Destination Day (GGDD) versi global terus menempati peringkat 100 destinasi teratas.

“Jadi jangan remehkan lingkungan, kita harus melakukannya. Persoalan pembangunan berkelanjutan terletak pada pengembangan desa wisata lainnya, “kata Fikri. Merencanakan pembangunan masyarakat pedesaan.

” Selain itu, 90% wilayah negara Republik Indonesia adalah desa, jadi kita akan kembangkan tiga kawasan pariwisata berkelanjutan. Satu bagian. Hal tersebut menurutnya akan meningkatkan taraf pariwisata Indonesia di dunia. -Karena itu, Fikri meminta Menteri Pariwisata untuk fokus pada kebijakan pengembangan pariwisata khususnya di pedesaan mengacu pada “Pedoman Organisasi Pariwisata Dunia untuk Destinasi Wisata Berkualitas (Destinasi Berkualitas)”. Ia mengatakan: “Ini termasuk penghormatan terhadap lingkungan dan warisan manusia dan warisan budaya.” Selain itu, Fikri menekankan pentingnya pengelolaan destinasi di desa wisata untuk mencapai kualitas yang diinginkan. “Dalam hal ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Desa, Daerah Miskin dan Imigrasi telah mencapai pembangunan desa wisata yang berkelanjutan,” pungkas Fikri.

Tinggalkan Balasan