2020-10-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 719 / P / 2020 tentang Kriteria dan Syarat Pelaksanaan Program di Satuan Pendidikan Khusus Pendidikan Khusus. Unit pengajaran dalam kondisi tertentu dapat menggunakan program yang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa. -Membaca: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan kursus pembelajaran darurat selama Covid-19. Pandemi- “Rencana satuan pengajaran dalam kondisi khusus memungkinkan sekolah memilih rencana yang memenuhi kebutuhan belajar siswanya,” Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim menjelaskan Covid-Pandemi pada konferensi pers. Sebenarnya pada tanggal 19 Jumat, Jakarta, Jumat (7/8/2020).

Tujuan penerapan rencana dalam kondisi khusus adalah untuk memberikan keleluasaan kepada unit pendidikan untuk menentukan rencana berdasarkan pengalaman belajar mereka. Unit pengajar dalam keadaan khusus dapat:

1) Selalu mengacu pada kurikulum nasional;

2) Menggunakan prosedur darurat;

3) Menyederhanakan rencana secara mandiri.

Mendikbud menjelaskan: “Jenjang pendidikan dalam semua kondisi khusus dapat dipilih dari tiga rencana.” Bacaan: KPAI: Pendidikan dan kebudayaan kurang menentukan dalam menentukan kurikulum rencana darurat nasional. Dalam kurikulum, keterampilan dasar setiap mata pelajaran dikurangi, sehingga guru dan siswa dapat fokus pada keterampilan dasar dan prasyarat untuk tahap pembelajaran seumur hidup berikutnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyediakan modul pembelajaran awal. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD) diharapkan dapat membantu proses pembelajaran keluarga dengan memberikan petunjuk pembelajaran berbasis aktivitas kepada guru, orang tua dan siswa.

Tinggalkan Balasan