2020-10-21 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Revolusi digital memaksa dunia bisnis untuk berubah, yakni mentransformasikan model lama menjadi model baru sebagai jawaban atas perubahan dan tuntutan persaingan. Kepekaan terhadap perubahan ini sangat diperlukan. Model Kemitraan di Era Digital “, Rabu (2 September 2020). Bapak Aditya Warman, anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan; Eddy Satriya, Agen Infrastruktur Komersial, Kementerian Koperasi dan UKM; Direktur Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dan Angkutan Multimoda, Kementerian Perhubungan Sutradara, Ahmad Yani. Ia tidak bisa terus berkompetisi karena lambat merespon perubahan.

Sebaliknya, lanjutnya, ia mengatakan mereka yang sadar akan prinsip ekonomi dalam menggunakan revolusi digital dan kemitraan Merek, seperti Facebook, Alibaba, Gojek, dan Zoom, mengubahnya menjadi merek raksasa dan mengalahkan perusahaan raksasa. Ini telah berusia puluhan tahun. Ia juga menunjukkan bahwa Revolusi Industri 4.0 dan Revolusi 5.0 membawa angka Revolusi telah memaksa dunia bisnis untuk bergeser dari industri tradisional lama ke industri baru yang sensitif terhadap permintaan. Dalam rangka untuk berubah.

“Jika model bisnis tradisional didasarkan pada penguasaan aset, padat modal dan pengembangan sumber daya alam, maka berbasis teknologi informasi, Big data, jelasnya: “Artificial intelligence, inovasi work and system development, economic partnership.” Ia mengatakan, pesatnya pertumbuhan platform digital Indonesia menunjukkan bahwa ekonomi digital Tanah Air berkembang pesat. Ini adalah tren baru yang sedang berkembang. Begitu cepat dan lekat dengan kehidupan banyak orang, tentunya perlu dipadukan dengan good governance.

Baca: Kemnaker menerima data 3 juta calon penerima subsidi upah tahap kedua – menurutnya buku “Model Kerjasama di Era Digital” sangat cocok untuk referensi, terutama Ini untuk perusahaan aplikasi dan pebisnis dalam perkembangan ekonomi yang lebih besar.

Tinggalkan Balasan