2020-10-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Siaran pers dari Kementerian Desa, Daerah Miskin, dan Negara Imigrasi. Dari Februari hingga Maret 2020, angkatan kerja pedesaan di 15.000 desa diuji untuk melawan kemiskinan, dan tingkat kemiskinan pedesaan turun sebesar 0,03% (2019 3). Bulan hingga 2019). Faktanya, penduduk miskin perkotaan meningkat 0,69%.

Saat ini, Surat Edaran No. 15/2020 yang dikeluarkan Walikota PDTT menjadikan PKTD sebagai motor penggerak pemulihan ekonomi desa. Untuk itu, Anda dapat memindahkan aktivitas dari konstruksi bangunan ke pekerjaan produktif yang dapat dengan cepat mendatangkan manfaat, seperti menanam hasil pertanian, memelihara perikanan dan peternakan, serta memelihara aset. Digunakan untuk penyimpanan, pengolahan makanan, dan wisata pedesaan.

Baca: Kemendes PDT dorong penyaluran BLT terutama untuk petani

PKTD juga bertanggung jawab atas kapitalisasi Bumdes untuk memberikan dana bantuan kepada petani, nelayan, penggembala, dan pengusaha mikro.Sejak dibangunnya gedung penunjang ekonomi Rp 2, 31 Triliun rupiah, bantuan material Rp 240,37 miliar untuk usaha pertanian dan perkebunan, dan Rp 159,81 dalam pengelolaan limbah produksi, terbukti potensi besar PKTD. Satu miliar dollar AS, 32,95 miliar rupiah untuk pariwisata, dll.

Alihkan fokus PKTD dari konstruksi berwujud menjadi pekerjaan produktif yang diperkirakan dapat memulihkan pengendalian kemiskinan sekaligus meningkatkan produksi pedesaan dan konsumsi rumah tangga. (*)

Tinggalkan Balasan