2020-10-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam webinar Kemenpora, Senin (29/6/2020) siang bersama wartawan senior tuan rumah Suryopratomo, “Perjanjian Olahraga untuk Kebangkitan Olahraga Nasional di Era Normal Baru” terjadi pasca pandemi COVID-19, Situasi Menpora Zainudin Amali di ruang rapat Departemen Olahraga Pemuda menjelaskan persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Menurut dia, saat ini PSSI sedang mempersiapkan timnas, sehingga pemerintah sedang menyusun peraturan presiden.

“Tentu kami tuan rumah Piala Dunia di bawah usia 20 tahun. Dua hal yang kami harapkan sukses adalah pelaksanaan dan prestasi, karena Kementerian Pemuda dan Olahraga telah menambah sukses lainnya, yaitu sukses administratif.” Paola.

Mengenai lokasi enam stadion yang akan digunakan, Menpora akan menunggu konfirmasi dari FIFA.

“Kami masih menunggu IF FA untuk memastikan 6 etape yang akan dipakai. Sebelum pandemi, kami punya soal Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Pakansari (Bogor), Stadion Manahan (solo), Mandala Ke Stadion Rida (Yogjakarta), Stadion Glola Puntomo (Sulabaya) dan Stadion Kaputen I Wayan Dipta (Bali), kemudian PSSI kembali mengajukan proposal yaitu Dua stadion lagi, yakni Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Jakabaring (Palembang) Menpora mengatakan: “Sejauh ini kami belum mendapat kepastian dari FIFA. Memang, FIFA berhak memutuskan. Supaya pemerintah sangat berhati-hati, pemerintah tidak mau melangkah terlalu jauh, karena nanti kita masuk kategori intervensi. Tapi kita tetap harus melakukan ini. Pantau dan lakukan yang terbaik. ‚ÄúDalam webinar tersebut, Menpora juga menjelaskan bagaimana sektor olahraga Indonesia dan komunitas olahraga akan menerapkan” Protokol Keolahragaan “. Sejauh ini, ketiga cabang olahraga tersebut sudah bertemu dengan Kemenpora dan tim pokja Covid-19 berhasil menang. Kewenangan penyelenggaraan pelatihan, perlombaan atau perlombaan. Ketiga cabang olah raga tersebut yaitu bulutangkis, menembak dan basket. Permainan, kejuaraan atau pelatihan akan selalu dikomunikasikan kepada working group Covid-19, dan kami hanya mempublikasikan standar perlombaan olah raga profesional. Yang terpenting, saya Kesehatan dan keselamatan atlet harus diutamakan. Kita tidak akan pernah berhasil. Menpora mengatakan: “Jika atlet sakit atau terkena Covid-19,” (*)

Tinggalkan Balasan