2020-10-20 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sipongi yang dikembangkan oleh Arahan Umum Perubahan Iklim (PPI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, menjadi rujukan utama informasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Indonesia. Informasi ini dapat diakses langsung oleh masyarakat setiap saat melalui laman www.sipongi.menlhk.go.id.

Sistem Informasi Sipongi menjadi dasar pencegahan kebakaran hutan dan lahan melalui deteksi dini titik api, dan sumber informasi paling berharga bagi masyarakat. — “Karena sering terjadi kesalahpahaman tentang hot spot di masyarakat. Orang sering mengira hot spot atau hot spot itu sama dengan hot spot, padahal beda. Oleh karena itu, Anda harus mensosialisasikan dan mengedukasi masyarakat tentang hot spot dan hot spot tersebut. Lengkapi hot spotnya Datanya ada di Sipongi, ‚ÄĚkata Basar Manullang, Direktur Perlindungan Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL), dalam siaran persnya, Kamis (20 Agustus 2020).

Dalam pembahasan topik Optimalisasi Sipongi di “Sudut Iklim”, Basar diadakan satu hari yang lalu menjelaskan bahwa Sipongi memiliki sumber data dari empat satelit yaitu Terra Aqua, NOAA, SNPP dan Landsat 8, serta BMKG Data cuaca. -Data Alam SIPONGI juga lebih akurat karena memuat informasi lokasi tentang tingkat desa dan kondisi lahan. Data tersebut juga disinkronkan setiap 30 menit, sehingga data hotspot yang dihasilkan bersifat real-time (hampir real-time).

“Aplikasi Sipongi masuk dalam 99 besar inovasi pelayanan publik KemenpanRB dan kemudian meraih penghargaan Top 45. Wakil Ketua RI Jusuf Kalla langsung menyampaikan laporan tersebut pada tahun 2019. Ke depan, Basar menjelaskan peningkatan Sipongi. Plan for Sipongi +. Hal ini untuk membuat informasi tentang Karhutla yang disediakan oleh Sipongi + lebih dapat diandalkan, berkat banyak fitur dan peningkatan lainnya.

Peningkatan kualitas data dan informasi tentang kebakaran hutan dan lahan. ,Dia berkata.

Tinggalkan Balasan