2020-10-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Selama pandemi Covid-19 global, Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan percaya bahwa selain tenaga medis di garis depan Covid-19, pelaut juga merupakan kombatan garis depan. -Selama periode ini, pelaut memainkan peran penting dalam memelihara kebutuhan dasar. Material dan logistik penting seperti makanan, obat-obatan, dan peralatan medis dapat menjangkau seluruh dunia.

R.Agus H. Purnomo, Direktur Biro Pelayaran, di Jakarta, Kamis (25/6). – << Hari ini, 25 Juni 2020, kami (Indonesia) sebagai anggota C International Maritime Organization (IMO) merayakan Hari Pelaut Sedunia atau World People's Day. Diselenggarakan setahun sekali untuk memuji dan mengapresiasi kontribusi ini kepada Managing Director Argus mengatakan: “Dari perspektif global, dari pelaut hingga perdagangan global dan ekonomi global.” Sesuai dengan tema Hari Pelaut Sedunia 2020 yang diumumkan oleh Organisasi Maritim Internasional, pelaut adalah anggota staf kunci, dan American Aerospace Corporation mengakui bahwa pelaut berperan. Staf kunci. Ini memainkan peran penting dalam perkembangan kehidupan di bumi yang berkelanjutan, terutama ketika dunia berinteraksi dengan Covid-19.

Sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk Shanghai terbesar di dunia, dunia harus dihormati dan dihormati bagi para pelaut untuk mendukung dan melayani perekonomian global, khususnya para pelaut Indonesia.

Kontribusi pelaut dunia, termasuk pelaut Indonesia sangat penting bagi sektor perekonomian.Tak dapat dipungkiri, sebagai negara yang terkena pandemi Covid-19, Indonesia memang tidak mengalami kesulitan di bidang bahan pokok dan logistik. Logistik Indonesia terus mempertahankan operasi yang stabil dan normal. Kesulitan dan ketidakpastian, mulai dari kesulitan memasuki pelabuhan hingga proses pergantian awak kapal dan pemulangan.

Banyak pelaut belum kembali ke rumah selama beberapa bulan karena larangan perjalanan dan tidak tahu kapan mereka bisa kembali. — Oleh karena itu, Kementerian Perhubungan terus berupaya membantu dengan memfasilitasi proses pemulangan awak kapal yang juga pelaut.

“Ini adalah jenis dukungan yang pantas mereka dapatkan untuk memungkinkan mereka terus memberikan layanan penting.” Untuk menjaga perkembangan perdagangan global, “kata Argus.

Sebagai referensi, Manila, Juni 2010 Amandemen tersebut memperkenalkan Hari Pelaut Dunia yang pertama untuk pertama kalinya. Pada hari itu, Konvensi STCW dan amandemen besar peraturan terkait diadopsi. Konferensi Diplomatik setuju bahwa “Hari Pelaut Dunia” harus diadopsi setiap tahun untuk mengakui dan memperingati kontribusi pelaut dalam perdagangan internasional. Kontribusi. — 25 Juni dipilih sebagai Hari Pelaut Dunia, hari ketika amandemen secara resmi disahkan.

Hari Pelaut Dunia diperingati untuk pertama kalinya pada tahun 2011 ketika IMO menggunakan jejaring sosial (mis. Facebook, Twitter, LinkedIn) Bergabunglah dengan Youtube untuk mendukung dan meminta orang-orang dari seluruh dunia untuk mengungkapkan rasa terima kasih mereka kepada para pelaut .

Selamat Hari Pelaut Sedunia 2020 (*)

Tinggalkan Balasan