2020-10-20 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Mempertimbangkan kebutuhan pembelajaran, berbagai kontribusi ahli dan organisasi, serta mempertimbangkan evaluasi pelaksanaan empat menteri, pemerintah menyesuaikan keputusan bersama empat menteri tersebut – pelaksanaan pembelajaran berwarna merah dan oranye. Di luar wilayah (wilayah kuning dan hijau), pemerintah memutuskan untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan menerapkan protokol sanitasi tambahan yang ketat. —— “Tugas utama pemerintah adalah memprioritaskan kesehatan dan keselamatan siswa, pendidik, pendidik, keluarga, dan masyarakat secara keseluruhan, serta mempertimbangkan pertumbuhan dan perkembangan peserta, siswa, dan kondisi psikososial untuk memerangi COVID-19. Berikan layanan pendidikan saat wabah, “dan budaya (Mendikbud) Nadiem Anwar Mak arim di Jakarta Jumat (7/8/2020) dalam jumpa pers untuk menyesuaikan kebijakan pembelajaran selama pandemi COVID-19.

Baca: KPAI: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kurang tegas soal kursus darurat Teta Pkan – untuk wilayah yang berada di wilayah oranye dan merah, dinas pendidikan dan siswa tidak diperkenankan untuk melakukan pembelajaran tatap muka. Lanjutkan studi dan pulang (BDR). – Sesuai 2020 Berdasarkan data http://covid19.go.id tanggal 3 Agustus, sekitar 57% siswa masih berada di area merah dan oranye, sedangkan sekitar 43% siswa berada di area kuning dan hijau.

Pendidikan dan Menteri Kebudayaan mengatakan, kondisi pandemi COVID-19 tidak memungkinkan aktivitas. Proses belajar mengajar bisa berjalan normal.

Untuk mencegah penyebaran, ratusan ribu sekolah ditutup, dan sekitar 68 juta siswa melakukan home learning Kegiatannya, sekitar 4 juta “guru” melaksanakan kegiatan belajar jarak jauh.Hambatan yang dihadapi saat melaksanakan pembelajaran jarak jauh (YLP) antara lain sulitnya guru berinteraksi dengan YPP, dan selalu fokus pada penyelesaian rencana. Pada saat yang sama, tidak semua orang tua dapat Yang terbaik adalah membantu anak-anak belajar di rumah karena mereka harus bekerja atau memiliki kemampuan untuk mendukung pembelajaran anak-anak mereka.

“Siswa juga merasa kesulitan untuk berkonsentrasi belajar di rumah dan mulai bosan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan: “Ini dapat merusak kesehatan jiwa.” Untuk mengantisipasi kendala tersebut, pemerintah telah mengeluarkan rencana penyesuaian daerah untuk pembelajaran tatap muka. Kursus studi selama pandemi Covid-19

Tinggalkan Balasan