2020-10-19 |  Kilas Kementerian

Xinjiang TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mandan) Syahrul Yasin Limpo secara simbolis melepas ekspor 4.000 ton jagung dan produk terigu Banten senilai Rp. Mengekspor USD 16,2 miliar ke negara tujuan di China dan Filipina.

Ia juga mendorong berlanjutnya perluasan akses pasar ekspor produk jagung dan gandum ke berbagai negara.

“Hari ini kita melepas komoditas ekspor Indonesia. Hasil pertanian. Dari PT. Bungasari (Bungasari), saya kira ini salah satu kegiatan untuk mempercepat penguatan ekspor Indonesia,” kata Syahrul dalam wawancara. Pada Sabtu (18/7/20) ia mengunjungi Pabrik Tepung Bangka di PT, Indonesia. Pabrik pengolahan terigu milik Bangka Samudra, Degaratu, Chihuatan, Sairegon, Banten, dan kawasan Pelabuhan Krakato di Bandan. —— Menteri Pertanian mengungkapkan, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor Indonesia pada Juni 2020 mencapai 12,03 miliar dolar AS. Pencapaian ini meningkat 15,09% dibandingkan Mei 2020 mencapai 10,53 miliar dolar AS.

“Hal ini menunjukkan bahwa sektor pertanian terus mengalami percepatan. Kami akan terus mendorong dan mengoptimalkannya agar bisa difungsikan, ucapnya. -Mandan menambahkan bahwa kami akan terus melakukan yang terbaik untuk produksi dalam negeri dan meningkatkan ekspor. Tapi sekalipun Anda Itu harus diimpor, dan juga berniat untuk mengekspor kembali dalam bentuk terbatas, sehingga Direktur Karantina Pertanian Ali Jamil (Ali Jamil) menjelaskan, pihaknya secara akumulatif menggalakkan ekspor jagung dan produk terigu Banten, tidak kurang dari 4.000 ton. , Senilai 162 rupee, termasuk pati jagung, gluten jagung, dan sisa produk jagung adalah bubuk dan dedak jagung.

“Kami memperkuat layanan untuk memastikan penerimaan produk pertanian di luar negeri, yang merupakan tujuan Barantan mendorong ekspor Jamil (Jamil .

) Selain itu katanya dedak terigu yang diekspor ke Filipina tidak kurang dari 204 ton, dan dedak terigu yang diekspor ke China tidak kurang dari 656 ton, dimana total 860 ton gandum. Bekatul dikemas dalam 8 kontainer dan nilai ekonomisnya Rp 3,4 miliar.

Arum Kusnila Dewi, Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon II, mengatakan pihaknya mencatat pada semester I dan Juli 2020 Pada pertengahan tahun, nilai ekspor naik cukup signifikan, yakni nilai barang senilai Rp 118,8 miliar dollar AS, hanya naik 16 kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 6,8 miliar dollar AS.

Tinggalkan Balasan