2020-07-09 |  Kilas Kementerian

TRABUNNEWS.COM, Talaban-Dalam rangka meningkatkan layanan pelabuhan untuk meningkatkan keselamatan transportasi laut, Kementerian Perhubungan sekali lagi menyelenggarakan bangku uji pilot elektronik yang disebut e-Piloting.

Pelaksanaan uji e-Pilot dilakukan di perairan Pelabuhan Tarakan di Provinsi Kalimantan Utara kali ini. Tes ini dilakukan empat kali dalam lalu lintas elektronik dari Vessel Traffic Service (VTS) di area navigasi (Disnav) Ketiga kalinya dalam uji coba, yaitu VTS Tanjung Priok, VTS Batam Center, VTS Tarakan dan situasi terakhir di Benoa VTS.

Dalam hal ini, Administrasi Umum Urusan Maritim telah menyiapkan rencana uji cepat untuk menguji dan mengimplementasikan pilot elektronik untuk mengoptimalkan penggunaan VTS untuk meningkatkan keamanan transportasi laut.

Membaca: Adaptasi normal baru, “Long Disiplin Maritim Pelabuhan” sesuai dengan “Protokol Kebersihan”

Tentang test bed ketiga pe harus memungkinkan semua pihak untuk berkontribusi pada keberhasilan dan keberhasilan kegiatan ini, jadi implementasinya Hasilnya dapat digunakan sebagai referensi untuk implementasi uji coba elektronik di Pelabuhan Tarakan melalui STM Tarakan.

Oleh karena itu, pidato Direktur Jenderal Perhubungan Laut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Direktur Arif Toha (Arif Toha), yang sebenarnya merupakan pembukaan stasiun uji untuk pesawat elektronik Piller di wilayah utara pelabuhan Tarakan Secara formal Kalimantan, California, Selasa (7/7/2020).

Arif menjelaskan bahwa pelaksanaan bangku tes adalah untuk mengumpulkan pendapat dan evaluasi dalam persiapan untuk implementasi fasilitas penggerak elektronik, infrastruktur dan arahan peraturan sesuai dengan berbagai karakteristik transportasi dan jalur transportasi dan untuk mencapai VTS efek.

Di masa lalu, penerapan rig pengemudian elektronik dilakukan di Tanjung Priok dan VTS Batam, dan implementasinya berjalan dengan lancar. Dia mengatakan, uji coba elektronik juga bisa dilakukan dengan lancar. Karena itu, ia mengucapkan selamat kepada semua pihak yang akan melakukan kegiatan ini sehingga pelaksanaan tes mengemudi elektronik dapat terus meningkatkan kualitas. Layanan ini didasarkan pada evaluasi dari implementasi sebelumnya, yaitu, Tanjung Priok dan Batam. Dia percaya bahwa implementasi di Tarakan sangat sulit saat ini- “Mudah-mudahan, dengan menggunakan layanan pilotage elektronik ini, Layanan Pelabuhan Arif mengatakan:” Ini akan meningkatkan efisiensi, Dan untuk memastikan keamanan transportasi laut, termasuk perlindungan lingkungan laut di perairan Indonesia.

Baca: Kementerian Perhubungan memobilisasi kapal-kapal KPLP untuk membantu menemukan kapal-kapal nelayan yang tenggelam di Kuba — Pada kesempatan yang sama, Hengki Angkasawan, direktur navigasi yang juga hadir dalam pertemuan itu, mengatakan dalam pidatonya bahwa ia sebelumnya bekerja dengan Pel abuhan Tanjung Priok dan Batam menerapkan hasil tes mengemudi elektronik dan mereka dapat memberikan penilaian yang baik.

Tinggalkan Balasan