2020-10-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka meningkatkan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di Indonesia, Kementerian Ketenagakerjaan terus meningkatkan keterampilan asesor SMK3. Mengingat pandemi Covid-19, penerapan SMK3 saat ini menjadi semakin penting. Direktur Utama Binwasnaker dan K3 Iswandi Hari menjelaskan, kemunculan asesor SMK3 yang berkompeten dan berwawasan semakin mendesak. Kapasitas asesor harus terus ditingkatkan agar bisa mengikuti perkembangan dunia usaha / industri dengan tetap mempertahankan penerapan SMK3 di Indonesia (khususnya pandemi Covid-19). Iswandi mengatakan di Jakarta, Rabu (22/7/2020): “Agar bisa menunjukkan segala yang dia miliki untuk menyelesaikan sertifikasi yang dipersyaratkan di satu atau sekumpulan unit keahlian tertentu. Untuk asesor SMK3, Iswandi mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan banyak upaya melalui Biro Pengembangan K3, salah satunya melalui pelatihan pemahaman dan penerapan ISO 45001 (SMK3) dengan tema Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja 2020. Jakarta dan Biro Pengembangan K3 Kementerian Ketenagakerjaan dilaksanakan di Jakarta (21 Juli 2020).

“Saya berharap acara ini dapat memberikan multiplier effect bagi negara yang kita cintai mewujudkan budaya K3,” ujar Iswandi-Iswandi menjelaskan , Sertifikasi ISO 45001 merupakan standar internasional yang menentukan persyaratan sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja. Sertifikasi ISO 45001 memungkinkan organisasi untuk berintegrasi dengan sistem manajemen lain, seperti ISO 9001 2015, ISO 14001 sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, 2015 Tahun .

“Oleh karena itu, pelatihan harus dilakukan untuk melatih asesor yang berkualifikasi dan memperoleh sertifikasi. Hal ini terkait dengan penguatan kelembagaan dan beliau mengatakan: “Akan dilakukan penilaian yang kompeten dan handal.” — Direktur Pengembangan K3 Muhammad Idham akan membuka pelatihan pemahaman dan penerapan ISO 45001 pada pelatihan ini pada hari Selasa, 21 Juli 2020. d. Mampu melatih penilai kompetensi yang kompeten dan handal serta memahami ISO 45001: 2018 tentang penerapan SMK3 sesuai ISO Guide 8 (Lampiran SL). Muhammad Idham berkata: “Saya tahu dask IK), dan saya tahu perbedaan antara OHSAS 18001: 2007 dan ISO 45001: 2018, memahami dan memahami persyaratan ISO 45001: 2018, dan mengevaluasi kepatuhan terhadap peraturan K3 terkait ISO.” (*)

Tinggalkan Balasan