2020-10-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Sebagai bagian dari HUT RI ke-75 dan kebiasaan baru pandemi Covid-19, Kementerian Perhubungan meloloskan optimalisasi melalui Ditjen Perhubungan Laut Penyelenggara Pelabuhan Tingkat II (UPP) Anglok Pelayanan kepelabuhanan bekerja sama dengan pemerintah daerah. Pelayanan tersebut bertujuan untuk mendukung pengangkutan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton molase jagung ke pelabuhan Anggrek di Anggrek, desa-desa di distrik Ilangata di Anggrek, dan kabupaten Gorontalo Utara di Filipina, dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan higiene. protokol.

Baca: Kementerian Perhubungan Fasilitasi Daerah Terpencil akan bangun 21 bandara baru

untuk mendukung berbagai persiapan kegiatan ekspor jagung dan molase (tetes tebu) di pelabuhan Angrik, seperti perbaikan kapal dan angkutan kargo Selama proses bongkar muat, kami melihat bahwa peningkatan aktivitas muat jagung terealisasi hanya dalam 4 hari.

“Pencapaian ini merupakan keberhasilan bersama dari semua pihak terkait pemangku kepentingan pelabuhan, yang berkomitmen untuk mendukung peningkatan dan peningkatan layanan Pelabuhan Anggrek,” kata Mohd. Aref A. gustian, Kepala Kantor Unit Pengelola Pelabuhan Anggrek II.

“Berkat pelabuhan Anggrek di Gorontalo atas penghapusan 12.000 ton jagung dan 11.700 ton molase, kapal berkapasitas besar tersebut dapat beroperasi dengan lancar tanpa ada batasan,” kata Arief.

Biasanya pada periode baru saat pandemi Covid-19 ini, sejak Juni 2020 sudah diekspor 30.400 ton Jagung, yaitu sebanyak empat (empat) kali pengapalan.Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Direktur Bappenas Informasi tentang ekspor anggrek dan molase (molasses) ke pelabuhan Angrik dikeluarkan, yang dikirim dari pelabuhan anggrek ke Filipina melalui pelabuhan Filipina. Perwakilan Suharso Monoarfa dari Indonesia, didampingi oleh Gubernur Gorontalo, Bupati dan Walikota, Anggota Forkopimda, dan `ʻOPD Beberapa pejabat kementerian dan pimpinan provinsi Go rontalo. Mempercepat pendirian dinas perhubungan.Dua unit kapal navigasi telah ditambahkan jalur pengangkutan-Pelabuhan Anggrek di sebelah utara Kabupaten Gorontalo menjadi pintu gerbang kegiatan impor dan ekspor komoditas, antara lain ekspor hasil pertanian dan produk jagung yang merupakan pasar dalam negeri untuk komoditas berkualitas tinggi yang memenuhi permintaan. Serta pasar ekspor dan tebu yang juga merupakan salah satu komoditas utama ekspor Provinsi Gorontalo selain produk utama tepung dan kopra putih. Selain itu, “Kami akan terus bekerja keras membantu dan mendukung rencana pemerintah mengekspor hasil pertanian di Corontalo untuk memajukan pembangunan pertanian.” Penjelasan singkat.

Sebagai referensi, selain pintu yang digunakan untuk impor dan ekspor barang, terdapat juga kegiatan bongkar muat pupuk, semen dan peti kemas, yang ditambahkan ke kegiatan lainnya. *)

Tinggalkan Balasan