2020-10-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Pelacakan dan penetapan Maritime Organization (IMO) melalui Surat Edaran No. COLREG.2 / peraturan Circ untuk mengadopsi sistem pemisah lalu lintas (TSS) di Selat Sunda dan Selat Lombok. Organisasi Maritim Internasional (IMO) 337 tentang langkah-langkah pemilihan rute selain pemisahan peta rute dan sesuai dengan peraturan pemerintah No. 5/2010 tentang navigasi, mewajibkan Menteri Perhubungan untuk menetapkan jalur air, sistem rute, prosedur lalu lintas, dan area berlabuh kapal untuk memenuhi kepentingannya. .

Sehubungan dengan hal tersebut, Kementerian Perhubungan melalui Badan Administrasi Umum Angkutan Laut telah menyusun pedoman bagi kapal yang akan melintas (kapal transit saja dan kapal yang menuju pelabuhan Indonesia) untuk mengadopsi Keputusan Menteri KM Kementerian Perhubungan. Resolusi Nomor 130 Tahun 2020, tentang penetapan sistem jalan Selat Sunda.

“Saya sangat menyambut baik diluncurkannya kegiatan ini yang dapat digunakan sebagai sarana tukar menukar ilmu dan pengalaman, serta tata cara pengangkutan kapal yang melintasi Selat data TSS dan TSS Selat Lombok bersama peserta. Guna mendukung keselamatan dan keamanan navigasi serta menjamin perlindungan maritim di kawasan tersebut, ”kata Direktur Biro Pelayaran R Agus H Purnomo dalam sambutan KM 130 2020 di acara sosial di Jakarta, Kamis (25 Juni 2020). – Saat ini , Jalur transportasi kapal dagang di Asia Timur (di luar Selat Malaka) melewati Selat Sunta dan Selat Lombok .— Ketiga selat ini merupakan jalur transportasi yang sangat penting karena memiliki strategi pelayaran internasional, khususnya untuk China dan Jepang. Negara-negara Asia Timur.

Dimana terdapat hak asasi manusia, untuk mengarungi rintangan Selat Malaka, jalur alternatif melewati jalur Selat dan Lombok. Ia mengatakan: “Oleh karena itu, kedua selat ini merupakan jalur perairan yang padat dan biasanya digunakan secara internasional. mengangkut. Apalagi kapal penumpang memiliki jalur transit dari Jawa menuju Sumatera kemudian dari Jawa menuju Sumatera. Nusa Tenggara Barat. -Kepadatan lalu lintas laut berpengaruh signifikan terhadap peningkatan jumlah kecelakaan di laut akibat tabrakan. Kapal .

Kondisi ini menuntut semua pihak terkait untuk segera mencari solusi dan menentukan langkah-langkah untuk meminimalisir terjadinya bencana laut.

Tinggalkan Balasan