2020-10-19 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-PT. Siam Maspion Terminal (SMT) secara resmi mengelola Terminal Siam Maspion Pelabuhan Gresik, dengan tandanya Otoritas Pelabuhan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Gresik II dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) telah menandatangani perjanjian konsesi oleh PT. Minggu (9/8/2020) sore di SMT Surabaya, Jawa Timur. -Setelah perjanjian konsesi ditandatangani oleh Gresik R. Totok Mukarto, Kepala Kantor Sekunder KSOP, dan Direktur PT, kata R. Agus H. Purnomo, Direktur Jenderal Perkapalan. SMT Marianus Oei, pemerintah secara resmi memberikan hak pengalihan dan konsesi PT. SMT akan menyediakan layanan pelabuhan di Siam Maspion Wharf dalam jangka waktu konsesi 43 tahun yang disepakati dengan jumlah konsesi 2,5% dari total (total) pendapatan. Menurut Dirut Agus, sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 17 tentang Angkutan Laut pada 2008 lalu, pihak swasta dan BUMN / BUMD memiliki peluang terbesar untuk berinvestasi di industri pelabuhan. – “Konsesi adalah fokus investasi awal. Ini digunakan untuk terminal dan pengelolaan pelabuhan. Dia berkata:” Konsesi juga merupakan kunci utama, bukan aktivitas pelabuhan itu sendiri. “Ia mengucapkan terima kasih kepada PT. SMT menjadi BUP murni swasta pertama yang ditunjuk oleh konsesi di Jawa Timur dan menjadi pelaksana kegiatan pelayanan pelabuhan di terminal Siam Maspion Pelabuhan Gresik.

“ Kerjasama antara pemerintah dan kaum murni BUP swasta berharap dapat meningkatkan efisiensi logistik nasional sehingga ke depannya dapat menekan biaya logistik dan berkontribusi bagi kesejahteraan masyarakat sekitar pelabuhan. Pelabuhan Gresik dekat dengan pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, dan letaknya strategis untuk menghubungkan wilayah barat dan timur Indonesia. Kata Totok. Pelabuhan Gresik (Gresik) bisa memberi nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi, sehingga daerah pedalaman bisa berkembang dan meledak lebih cepat, serta menjadi salah satu pilar investasi perumahan Indonesia. Rencana masuk ke pemerintah bertujuan untuk meningkatkan efisiensi Fungsi logistik nasional dan meningkatkan kapasitas pelayanan pelabuhan Pelabuhan Gresik. “— PT. SMT adalah perusahaan patungan antara PT. Maspion Investindo (Grup Maspion) dan SCG Chemical Pte. Ltd. (Thailand SCG Group) didirikan pada tahun 1995 dan berlokasi di Kawasan Industri Maspion-Manyar-Gresik pada tahun 1998. SMT memiliki izin komersial BUP sejak 2010 dan kemudian PT. Maspion juga akan bekerja sama dengan Dubai Ports World untuk mengembangkan terminal peti kemas di kawasan Gresik.

Tinggalkan Balasan