2020-10-19 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Pemangku kepentingan daerah harus memahami dan mampu melakukan analisis neraca air yang baik dalam perencanaan daerahnya.

Neraca air adalah analisis yang menggambarkan penggunaan sumber daya air regional dan ditinjau atas dasar ini. Buat perbandingan antara permintaan dan ketersediaan air.

Diperlukan pengelolaan dan penyelesaian yang baik atas berbagai tantangan yang berkaitan dengan lingkungan dan sumber daya alam (khususnya hutan) atas dasar hukum dan ilmu pengetahuan. Sebagai penjaga sumber daya alam Indonesia, kita perlu lebih mempersiapkan dan lebih memahami berbagai pengetahuan teknis yang mendukung misi kita, seperti metode neraca air, dengan kata lain kita perlu dilengkapi dengan baik “, Lingkungan dan Hutan Siti Nurbaya Pada acara pembukaan dilakukan pelatihan analisis spasial tentang sosialisasi dan neraca air untuk penanggulangan bencana.Pelatihan sebenarnya dilaksanakan pada Kamis (2020/3/9)., Dalam rangka pembentukan pemahaman desain lingkungan dan lansekap, pihak Pengelolaan dan pemahaman dimensi ekologi neraca air sangat penting. Hubungan antara pembangunan bendungan dengan kapasitas air hujan.

Analisis neraca air juga berperan dalam menentukan bulan basah dan kering masa tanam atau masa budidaya Jadwal aksi dan model penanaman untuk membentuk pola tanam masyarakat. Selain itu, metode neraca air terkait dengan tingkat restorasi gambut, dan upaya sedang dilakukan untuk membahas gambut untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan.

“Saya harap Pelatihan ini sangat bermanfaat untuk semua teman-teman di lapangan, karena saya tahu persis bahwa data iklim BMKG sangat besar dan sangat bagus. Kami juga menilai data tersebut sangat berguna, terutama bagi teman-teman di wilayah yang terkonsentrasi kebakaran hutan dan lahan, dan data BMKG masih berjalan. Menteri Siti berkata, “Ini pasti akan membantu kita melindungi sumber daya alam kita, melindungi negara kita, Indonesia kita tercinta. “

Tinggalkan Balasan