2020-10-18 |  Kilas Kementerian

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Dalam rangka mempersiapkan tenaga kerja terampil yang ditunjuk (SSW) di Jepang, Kementerian Ketenagakerjaan akan melatih 480 calon tenaga kerja Indonesia (CPMI) dari seluruh Indonesia.

Selain “meningkatkan ketrampilan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UU PPMI), pelatihan bahasa Jepang online (online) juga bertujuan untuk meningkatkan perlindungan TKI. Ini merupakan kesepakatan antara pihak Indonesia dan Jepang. Salah satu wujud kesepakatan yang dicapai dalam nota kerja sama yang ditandatangani pada 25 Juni 2019. “Ida Fauziyah dari Kementerian Ketenagakerjaan selenggarakan CPMI 2020 di Ruang Serba Guna Kementerian Ketenagakerjaan Jakarta pada Jumat (14/8/2020). Pidato pembukaan pada upacara pembukaan pelatihan bahasa Jepang online.

Menaker Ida meng mengungkapkan bahwa sesuai dengan Nota Kesepahaman tersebut, tujuan Indonesia adalah mengirimkan sebanyak 700.000 SSW ke Jepang dalam lima tahun ke depan. Mereka adalah salah satu dari 350.000 pekerja asing yang dibutuhkan Jepang untuk menempati 14 industri. Ia mengatakan: “Menaker Ida menyadari bahwa pandemi Covid-19 telah melanda dunia, termasuk Indonesia, dan ini berdampak pada berbagai sektor terutama sektor kesehatan dan ekonomi. Hal tersebut akan berdampak pada pelatihan profesional yang biasanya dilakukan secara offline atau tatap muka di lokasi yang sama. Proses. Pelatihan yang dilakukan dengan metode online (online) tidak menghilangkan substansi dan memperoleh keterampilan yang dibutuhkan, ”kata Menaker Ida. -Mengenai pelatihan, Menaker Ida merekomendasikan untuk melakukan pelatihan dengan serius.

“Jangan buang waktu dan kesempatan, apalagi pelatihannya disubsidi oleh pemerintah. Ingat, kamu dipilih dari ratusan peminat dan terdaftar.

Tinggalkan Balasan