2020-10-18 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Perhubungan meluncurkan sistem tiket elektronik dan aplikasi pelacakan transportasi melalui Badan Pengelola Transportasi (BPTJ) Jabodetabek pada Senin (28/9) untuk mengangkut pengguna ke terminal Jatijajar. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap sistem tersebut dapat mengurangi risiko penularan COVID-19 di sarana dan prasarana transportasi, khususnya di wilayah Jabodetabek.

“Dengan menggunakan teknologi ini, kami berharap dapat mengurangi risiko penandatanganan kontrak COVID-19, salah satunya melalui penggunaan sistem tiket elektronik dan aplikasi transisi. Sistem ini harus segera kita terapkan pada penggunaan angkutan umum”, Perhubungan Kata Menteri Budi. -Menhub Budi menjelaskan, dalam pandemi seperti itu, pemerintah dan masyarakat harus mampu beradaptasi dengan tatanan personalisasi baru, yakni optimalisasi teknologi. Pasalnya, angkutan umum atau angkutan umum digunakan oleh banyak orang, sehingga perlu diterapkan protokol kesehatan yang lebih ketat, salah satunya dengan mengaktifkan sistem berbasis teknologi. -Tiket elektronik merupakan sistem elektronik berupa layanan digital dengan tiga fitur utama yaitu registrasi di AKAP (antar kota provinsi), registrasi di AKDP (antar kota provinsi) untuk mencetak tiket atau Boarding pass, dan GO SHOW berfungsi untuk membeli tiket di mesin tiket otomatis.

Aplikasi Tracak Trans merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk pengguna transportasi khususnya di wilayah Jabodetabek, untuk memantau wilayahnya, risiko penularan COVID-19 di wilayah yang akan mereka kendarai, kendaraan yang akan melaju di atasnya, dan Ikuti rutenya.

“Jika kita lalai dalam mematuhi peraturan kesehatan di sarana dan prasarana angkutan umum, tidak menutup kemungkinan bahwa virus menyebar melalui perantara kontak dengan benda mati (seperti tagihan, uang tunai dan bentuk transaksi langsung lainnya) Di saat yang sama, aplikasi trans-tracking dapat memantau Menteri Perhubungan Budi menjelaskan, “Risiko penyebaran virus COVID-19 di dekat wilayah kita. Selain itu, Menhub Budi juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada petugas lapangan yang terus berkarya bahkan selama pandemi ini. Apakah mereka agen dari sektor angkutan darat, laut, udara dan kereta api. BPTJ juga memberikan 1.500 masker, Bus PO didistribusikan ke Depok.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada petugas lapangan yang selalu terdepan dalam melayani masyarakat selama pandemi. Keamanan transportasi, kenyamanan, kebersihan dan jaminan transportasi sangat penting. Resiko besar. Mereka juga memantau pelaksanaan prosedur sanitasi. Karenanya, kami berterima kasih kepada para personel garda depan ini, ”ujar Menteri Perhubungan Budi. -Menhub Budi (Budi) merekomendasikan agar seluruh sektor Kementerian Perhubungan dan masyarakat terus menerapkan prosedur sanitasi yang tepat dan menjaga pandemi Covid-19 dalam keadaan seperti ini. Saya optimis dengan kehidupan selama ini, karena pada dasarnya ini adalah jalur transportasi, perekonomian negara.

Tinggalkan Balasan