2020-10-18 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia Ida Fauziyah akan menjemput Tenaga Kerja Indonesia (PMI) di Majalengka, Etty Bint Toyib .

Waktu penjemputan adalah WIB Senin (6/7/2020) di Soekarno-Hatta, Banten Bandara Gland.

“Saya akan menjemput Bu Etty di bandara siang ini. Doakan agar Bu Etty bisa selamat pulang ke Indonesia dan rumahnya,” kata Menaker Ida di Jakarta. Monday-Menaker Ida mengaku puas dengan pembebasan dan kepulangan Etty. Menurutnya, Etty sebagai warga negara Indonesia harus dilindungi oleh negara.

“Pemerintah, khususnya Kementerian Ketenagakerjaan, telah berkomitmen untuk melindungi klaimnya:” Kami bertanggung jawab atas keselamatan PMI. “- Kita tahu Etty Bint Toyyib adalah PMI Majalenka, Jawa Barat. Dia lolos dari Saudi Arabia riyal atau Rp 15,5 miliar karena uang tebusan 4 juta. – Etty Toyyib bermarkas di Taif, Arab Saudi. Bekerja di PMI. Tahun 2001, Etty dituduh menjadi penyebab kematian majikannya Faisal al-Ghamdi. Itty dituduh meracuni majikan. 75/17/8 dari 22/04 / 1424H (23/06 / 2003M) Pengadilan Banding disetujui oleh Pasal 2/1 dari No. 307 / Kho / 2/17/07/1428, dan Mahkamah Agung membunuh majikannya, seorang warga negara Saudi, Faisal karena keracunan pada 1938/4 dari 2/12/1429 H. Al bin Said Abdullah Al Ghamdi.

Awalnya, ahli waris majikannya meminta ganti rugi 30 juta reais atau 107 miliar kepada Dirat, dan dimaafkan tanpa dimaafkan. Eksekusi. -Namun, setelah negosiasi dan berbagai langkah, ahli waris akhirnya siap memaafkannya dengan 4 juta Riyal Saudi (sekitar Rp 15,2 miliar).

Dana ini adalah “ larangan atau pihak Indonesia Hasil donasi dari para donatur, antara lain dana yang dihimpun Lembaga Infaq Zakat dan Sodaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sejak 2018. (*)

Tinggalkan Balasan