2020-08-27 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Gubernur Jabar (Jabar) Ridwan Kamil memuji kinerja sektor pertanian yang tangguh saat menghadapi virus corona atau pandemi Covid-19. Alasannya, Ridwan mengatakan berdasarkan hasil penelitian Universitas Pajajaran, menurut laporan, pada saat pandemi Covid 19, sektor yang paling tangguh di dunia dan di Indonesia adalah sektor pertanian. Kemudian menurut statistik Jawa Barat, orang yang terkena Covid-19 adalah rata-rata penduduk perkotaan, sehingga semakin banyak orang yang pergi ke desa dan daerah dengan pendapatan Covid-19 yang lebih sedikit karena tidak terburu-buru untuk sukses. Oleh karena itu, kami mendukung penuh kebijakan Menteri Pertanian. Harapannya kedatangan Menteri bisa menyemangati kami, karena kami akan terus meningkatkan swasembada pangan. Operasi karantina tambak (16/6) bersama Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo di Lembang, Jawa Barat.

Ridwan mengaku optimistis Kementerian Pertanian (Kementan) bisa meningkatkan swasembada pangan dan meningkatkan ketahanan pangan Kesejahteraan petani Jawa Barat. Pemprov Jabar dan Kementerian Pertanian telah melakukan terobosan yang sama dalam memajukan masa depan pertanian, terutama dalam menyikapi situasi pasca Covid-19. Ia mengatakan: “Kami juga memiliki aplikasi untuk mengetahui bagaimana sinkronisasi pasar pertanian dan koordinat lahan.” Ridwan percaya bahwa inovasi teknologi pertanian digital menjadi syarat utama untuk menyesuaikan permintaan di masa mendatang. Memang selama ini petani hanya menggunakan pengertian pertanian dan memahami evolusi harga pangan.

“Untuk kentang, mereka menanam kentang di mana-mana. Bahkan jika kemiringannya tidak sesuai, kualitas tanah dapat memenuhi persyaratan. Dia menjelaskan bahwa jika tidak cocok, akan menginformasikan kepada pasar produk pertanian mana yang tumbuh terkait dengan wilayah geografis dan produk pertanian mana yang akan tumbuh. Cocokkan dengan produk yang tepat. — Di saat yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo telah memastikan keamanan dan peningkatan ketahanan pangan pasca Covid.-19, khususnya di Provinsi Jawa Barat. Kementerian Pertanian telah menerapkan pertanian yang baik melalui sistem online Karantina, oleh karena itu, setelah Covid-19 atau perlambatan lain yang disebabkan oleh Covid-19, dipastikan akselerasi ini akan berlanjut.

“Karena dampak Covid-19, saya ingin bekerja sama dengan Jabar hari ini Berbagai hal yang dirayakan Gubernur bersama-sama terutama dalam hal percepatan pembangunan pertanian untuk memenuhi kepentingan masyarakat khususnya Jabar. Kita sepakat untuk dipercepat, ”ujarnya bersama.

“ “Kita sepakati dengan Covid- yang ada. Setelah usia 19 tahun, meski dalam kondisi baru atau normal, Anda harus terus bekerja keras agar orang tetap produktif, “kata Syahrul. ) Dan meningkatkan produk turunan.

Nah, sudah saatnya mengetahui cara bercocok tanam dengan membentuk marga Asterisk pasca Covid-19 agar tidak hanya fokus pada beras saja, tapi juga bisa menghasilkan aneka makanan dan mengubahnya menjadi aneka makanan. Produk turunan. Dia mengatakan: “Bahkan setelah Covid-19 yang ada, Anda dapat mempertahankan produktivitas dalam kondisi baru atau normal.” Pertanian, ”tutup Syahrul. (*)

Tinggalkan Balasan