2020-08-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Riau pada Sabtu (18 Juli 2020). Secara khusus, ia bekerja dengan Gubernur Riau Dr. Syamsuar dan Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi untuk memperkuat upaya permanen pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Setelah terjadi kebakaran hutan dan hutan pada tahun 2015, berbagai tindakan korektif telah dilakukan. Selain mengadopsi berbagai bentuk kebijakan kunci, dengan meningkatkan kinerja operasional Pokja Kebakaran Hutan dan Lahan, juga dilakukan peringatan dini untuk memprediksi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Sesuai instruksi Presiden, ini merupakan langkah penting dalam perjalanan panjang menuju konsolidasi upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan secara permanen, ‚ÄĚkata Menteri Siti di lapangan. Di tingkat operasi lapangan, kerja sama antar anggota termasuk Mangala A Kelompok kerja seperti Manggala Agni, Pemda, Polri, TNI, BNPB, AMP, swasta dan kelompok masyarakat lainnya juga telah diperkuat sehingga dapat bekerjasama dengan Manggala Agni, BPBD Bekerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk menerapkan sistem pengendalian Karhutla adalah bagian dari kerja kelompok kerja Karhutla Riau.

“Sudah 10 hingga 13 tahun perjalanan panjang dari Karhutla ke Duhu, dan Riau memiliki keahlian. mungkin. Oleh karena itu, pada fase kedua ini, kita harus berhati-hati mulai akhir Juni hingga akhir Oktober. Kata Menteri Siti. Oleh karena itu, KLHK melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Riau dari pukul 13 hingga 30 bekerja sama dengan BPPT dan mitranya. Desainnya harus melembabkan gambut dan mengisi jumlah hari hujan di waduk dan kanal.

Selain itu, dalam waktu dekat Ke depan, NPB nasional Prancis dan BPPT juga akan melakukan TMC untuk memprediksi kritis kebakaran hutan dan lahan tahap kedua. BMKG diharapkan mencapai puncaknya pada Agustus. Menteri Siti mengatakan, pengendalian kebakaran hutan dan lahan juga terkait dengan pengelolaan gambut dan Pertanian dengan sistem cerdas lokal tidak bisa dipisahkan. Sidi mengatakan: “Pengalaman Capoda, apa status Babinsa dan Babin Kamtimas, konflik di lapangan apa, dan apa solusinya di lapangan, kita diskusikan Semua masalah ini. “

Tinggalkan Balasan