2020-08-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan bahwa ekspor telah meningkat dalam satu tahun terakhir. Peningkatan ini bahkan cukup besar yaitu 7,47%. Hal ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia, khususnya saat wabah Covid-19.

“Dari 2019 hingga Maret 2020, ekspor kita meningkat 7,47%. Dibandingkan dengan tahun lalu, ini terjadi,” kata Direktur Biro Karantina Kementerian Pertanian. , Ali Jamil, didampingi oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengekspor produk pertanian ke sembilan pelabuhan ekspor utama pada Kamis (30/4/2020).

Menurut Ali, ekspor berasal dari empat sub-sektor utama, seperti perkebunan, tanaman pangan, berkebun dan peternakan. Di keempat negara ini, peningkatan yang terjadi telah mencapai sekitar Rp12 triliun. Baca: Kementerian Pertanian mendukung pengembangan lahan perusahaan milik negara untuk pertanian – menurut neraca pertanian, produk hortikultura meningkat 30%, 26%, peternakan meningkat 16%, dan tanaman pangan meningkat 14%. -Ali mengatakan bahwa alasan peningkatannya adalah bahwa ekspor bukan lagi bahan baku, tetapi telah diubah menjadi makanan berkualitas tinggi yang disukai oleh masyarakat internasional. Sekarang, kami tidak hanya harus mengirimkan serat kelapa, tetapi kami juga telah mengolahnya menjadi produk yang berkualitas. Oleh karena itu, kami sekarang bergerak menuju industri pengolahan. Poin dikirim ke 43 negara di Asia dan Zona Euro, misalnya. Sementara jumlah hasil pertanian yang diangkut sekitar 166.

Di saat yang sama, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menambahkan, sektor pertanian merupakan solusi yang aman untuk menghindari keadaan darurat akibat krisis korona. Karena itu, Menteri Pertanian mewajibkan peserta di sektor pertanian untuk terus memproduksi dan memenuhi kewajibannya, yaitu mengurangi pangan nasional. Baca: DPR mewajibkan Kementerian Pertanian untuk melanjutkan jumlah pembelian benih dan kegiatan benih- “Sejak Januari 2020 hingga Maret 2020, tercatat nilai hemat 170 Miliar. Dalam situasi saat ini, pungkasnya.- – 9 produk ekspor Lampung, Sukarno Hatta, Semarang, Beravan, Surabaya, Tanjung Pruek, Denpasar, Balikpapan dan Makassar telah dirilis.Publikasi diproduksi secara online E-certificate dikirimkan dari Biro Karantina Pertanian Indonesia ke Belanda, dan kerjasama antara Barantan dan PT ATT yang merupakan partner distribusi resmi Alibaba telah ditandatangani. — Kerjasama dalam bentuk aplikasi peta yang mengintegrasikan potensi ekspor, Barantan’s Imace Dan IndonesiaHub akan diluncurkan di media pada Juni 2020 sebagai hub untuk produk termasuk produk ekspor pertanian. (*)

Tinggalkan Balasan