2020-08-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) pantang menyerah untuk meningkatkan produksi beras untuk menjamin ketersediaan beras dalam negeri agar dapat memenuhi kebutuhan pangan negara, sembari bekerja keras agar tidak mempengaruhi sektor pangan akibat pandemi COVID-19. Di Kabupaten Provinsi Lampung Padi ditanam di desa Tempuran di kabupaten Trimurjo. Padi sudah dilakukan sejak awal bulan ini. Tim dari Kementerian Pertanian segera turun ke lapangan untuk memastikan semua area mempercepat penanaman.

Pada MT II target tanamnya 5,6 juta hektar, jadi dari Juli sampai Desember nanti ada 1,25-1,5 milyar ton beras. Stok beras diperkirakan akan tetap stabil di 6,84 juta ton hingga akhir Juni. -Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan saat ini virus corona telah melanda dunia yang telah mengubah cara hidup kita semua dan menjadi tidak normal.

“Tapi setelah Corona, kami masih harus makan. Saya takut korona, tetapi ketika saya menemukan seseorang mati kelaparan, saya bahkan lebih takut. -” Saya sangat bersemangat hari ini karena gubernur sangat agresif. SYL mengatakan, saya semakin giat menggalakkan pembangunan pertanian di seluruh wilayah Lamphong karena berpotensi besar untuk berkontribusi pada produksi nasional. Meningkatkan hasil padi dan mempercepat tanam terutama melalui gerakan Aura. Tanah dan Perkebunan (GPOT), Bantuan Benih, Mesin Pertanian, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Asuransi Pertanian dan Bantuan Skala Besar .

Pada tahun 2020, tujuan pemerintah adalah menanam 11, 66, 100 areal padi secara nasional. Juta hektar. Potensi produksi beras sebesar 33,6 juta ton, dan target luas tanam padi musim kemarau hingga September 2020 adalah 5,6 juta hektar.

Tinggalkan Balasan