2020-08-26 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian kini akan mengoptimalkan anggaran yang ada dalam upaya memprediksi kekeringan dan kerawanan pangan di tahun 2020.

Saat pandemi Covid 19 menyebar ke seluruh negeri, FAO diperkirakan akan mengancam krisis pangan global. – “Memang anggarannya disesuaikan kembali dan belanja dihemat. Jika terjadi pandemi, Negara Bagian New York saat ini membutuhkan anggaran yang besar untuk tindakan tanggap. Di satu sisi, Departemen Pertanian harus terus menyiapkan pangan,” kata Kuntoro Boga Andri. Kepala Biro Humas dan Penerangan Kementerian Pertanian, Jakarta (30/4/2020), menurut Kuntoro, terus berupaya menjamin ketersediaan pangan dengan memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar petani. -Menurutnya, karena pasokan benih berkualitas tinggi, Kementerian Pertanian tetap menjaga produksi, serta pupuk dan Axintan tetap terjaga dengan baik.

“Kami berupaya agar para petani merasa aman, sehat dan mampu menggunakan jaring pengaman saat bercocok tanam dan bertani. Sebelumnya, asuransi pertanian dan PKK menjadi bagian dari upaya ini,” kata Quintoro. Quintoro mengatakan pertanian juga sangat penting, dan kami optimis kebijakan presiden tentang tanah milik BUMN juga akan mendukung produksi. Kementerian Pertanian dan BUMN mengantisipasi kekeringan dan krisis pangan.

“Lahan yang ada memang mencukupi. Produksi pangan kita masih bagus. Tapi kita mau lebih. Kita perlu antisipasi dan tindakan dukungan lebih. Pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan