2020-08-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Administrasi Umum Angkutan Laut Kementerian Perhubungan menggelar persiapan panggilan polisi dan simulasi patroli (PATGAKUM TSS) di Pelabuhan Merak Banten pada pagi hari tanggal 27 Juni 2020 (27/6/2020) di Selat dan Lombok Rencana pemisah lalu lintas Selat.

TSS adalah bagan (peta) yang digunakan untuk memisahkan jalur laut kapal dengan arah yang berlawanan pada jalur perairan yang sibuk dan sempit, seperti jalur air yang memasuki pelabuhan dan selat, dimana personel dapat memantau setiap perubahan posisi kapal. Membahayakan navigasi maritim untuk meningkatkan keselamatan navigasi.

Kegiatan simulasi patroli ini merupakan akhir dari rangkaian persiapan intensif dari tanggal 23 Juni hingga 27 Juni 2020. Implementasi TSS Selat Sunda-Selat Lombok akan berlaku mulai 1 Juli 2020. .

Ini merupakan wujud nyata dari upaya berkelanjutan yang dilakukan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan perannya dan berkontribusi pada terwujudnya keselamatan dan perlindungan. Agar lingkungan bahari pada akhirnya berdampak positif bagi Indonesia dan meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Pelabuhan Budi Karya Sumadi turut berpartisipasi dalam persiapan kegiatan simulasi patroli dan aplikasi Apple serta memberikan pidato virtual. Menteri Perhubungan Budi mengatakan, pada Sabtu, Banten (Banten) Merak (Merak) UU Pelabuhan No.7.

Menteri Perhubungan Budi mengatakan, upaya ini tentunya sejalan dengan visi dan misi Presiden RI. Dikatakan Nawa Cita, Indonesia akan mewujudkan Indonesia sebagai poros lautan.

Menurutnya, Kementerian Perhubungan telah berjuang selama lebih dari 2 (dua tahun) untuk mengamankan TSS kedua. Tanda dari selat tersebut adalah International Maritime Organization (IMO) membuka TSS di Selat He dan Lombok pada bulan Juni 2019, dan mengeluarkan surat edaran IMO COLREG.2-CIRC.74 dan SN.1CIRC.337. Menerapkan sistem pemisah lalu lintas dan tindakan perutean terkait di Selat dan Selat Lombok. Melalui lebih dari dua tahun konsultasi ekstensif dengan negara-negara maritim dan konvensi organisasi maritim internasional, Indonesia secara khusus bangga dengan usulan sistem pengawasan keselamatan transportasi Selat Sunta dan Lombok di Indonesia, terutama sebagai manajemen maritim IMO. Kementerian Perhubungan, “kata Menteri Perhubungan Budi.

Ahli waris, etika profesi yang baik dan kemauan menegakkan dan menegakkan hukum harus mengikuti keberhasilan ini. VTS (Ship Traffic Services) dan SBNP (Navigation and Navigation) Status Kesiapan” Sarana penunjang) sarana dan prasarana, sumber daya manusia, dan sistem prosedur operasi (SOP) penyiapan pengamanan dan penggunaan kapal patroli KPLP untuk patroli Selat dan Selat Lombok, ‚ÄĚkata Budi Karya.

Tinggalkan Balasan