2020-08-26 |  Kilas Kementerian

Bourg’s TRIBUNNEWS.COM-Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) memantau pasokan bahan pokok, khususnya stok pangan tiap provinsi, melalui video conference dengan Direktur Kantor Kepresidenan (KSP) Moeldoko dan Kepala Kantor Negara Setiap provinsi. Menghadapi situasi penggunaan virus Covid-19 di Indonesia saat ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan distribusi dan pasokan pangan yang stabil melalui Pusat Tani Tani Indonesia (TTIC) atau pasar Mitra Tani di masing-masing provinsi. Bisa menjaga harga pangan tetap terpantau. Syahrul dalam sebuah wawancara mengatakan: “Kini, dengan hadirnya Jenderal Moeldoko, tidak diragukan lagi Presiden Jokowi telah mengerahkan kekuatan berbagai kementerian dan lembaga pemerintah untuk menyuarakan kebutuhan pangan masyarakat, sehingga benar-benar peduli pada seluruh masyarakat.” Farmer Store Sebagai peluncuran layanan. Saat wabah Covid-19 di Bogor pada Selasa (14/4).

Menteri Pertanian SYL menyatakan bahwa pengenalan TTIC untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dapat mengatasi permasalahan pertanian saat ini. Selain 11 makanan pokok, TTIC juga menyajikan ikan bahkan aneka sayuran dan aneka bumbu khas Indonesia. — Di sisi lain, SYL juga mencontohkan bahwa cadangan pangan saat ini untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadhan dan setelah Lebaran 2020 aman. Pasalnya, meski dengan merebaknya virus corona, para petani masih antusias dengan panen raya, dan Kementerian Pertanian akan memberikan bantuan untuk mempercepat produksi.

“Panen sekarang dilakukan di Indonesia setiap hari.” Kami mempercepat laju tanam, jadi mohon tanam sekarang. Ia menjelaskan, ini sebagai upaya untuk menjawab setiap tantangan yang ada. “Kementerian Pertanian memperkirakan panen akan dilakukan pada April dan luas panen sekitar 1,73 juta hektar. Oleh karena itu, pemerintah mengharapkan harga gabah di tingkat petani lebih rendah dari harga pembelian pemerintah (HPP).

Puncak panen adalah 4 Terjadi pada bulan tersebut luas areal 1,73 juta hektar, dan hasil panen 5,27 juta ton beras akan terus berlanjut pada bulan Mei. Luas panen sekitar 1,38 juta hektar atau setara dengan 3,81 juta ton padi. ​​Luas panen pada bulan Mei masih lebih tinggi dari pada bulan Maret tahun lalu.

Di puncak musim panen, Kementerian Pertanian berencana menjaga harga tetap stabil.Salah satu solusinya adalah Kostraling (pesanan mesin penggilingan padi strategis) melalui metode KUR (Kredit Niaga Rakyat). Maret lalu, di tingkat petani Harga rata-rata Rp 4.600 / kg. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 24 Tahun 2020, HPP GKP baru di tingkat petani mengalami kenaikan Rp 4.200 / kg, dan diperkirakan akan naik. Turun di puncak panen raya. Semua daerah segera Serap KUR dan mewajibkan semua daerah untuk mengontrol harga agar tidak lebih rendah dari HPP. Ia mengatakan, kita akan melindungi cadangan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Tinggalkan Balasan