2020-08-26 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM, Indragua-Kementerian Pertanian (Kementan) telah menerapkan kesepakatan sanitasi saat musim panen raya untuk menanggulangi virus Covid-19. Seperti yang dilakukan petani di Desa Nunuk, Kecamatan Lelea, Indramayu, selain melaksanakan kesepakatan sanitasi, mereka juga akan mengupayakan sarana dan prasarana pasca panen. Pemerintah saat ini sedang bekerja keras untuk memerangi Covid-19 yang menjadi tulang harapan bagi sektor pertanian saat ini.

“Tanggung jawab penyediaan pangan bagi 267 juta rakyat Indonesia adalah soal pengembangan pertanian spiritual Kementerian Pertanian dan keluarga seluruh pelaku,” kata Menteri Pertanian SYL, Jumat (4 Maret 2020). Mengutip siaran pers yang diterima Tribunnews. Bersiaplah menjelang puasa dan Idul Fitri.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Hanya makanan yang disediakan. Kami bekerja sama dengan instansi terkait lainnya untuk mencoba mengendalikan cukup makanan di pasar, katanya:” Untuk menjaga stabilitas harga, diperlukan pembelian dalam jumlah besar. Aca: Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Gojek untuk menggalakkan distribusi pangan, sementara Sarwo Edhy, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, mengatakan setelah panen, pihaknya akan terus mengupayakan air yang tersedia melalui jaringan irigasi terbaik. Selain itu, penggunaan alat mesin pertanian (Alsintan), seperti traktor roda 2 dan roda 4, akan dioptimalkan untuk penyiapan lahan untuk musim tanam berikutnya.

“Proses pemanenan harus dilanjutkan. Sarwo Edhy mengatakan: “Misalnya traktor roda 2 dan roda 4 juga bisa dioptimalkan untuk pengelolaan lahan sebelum musim tanam berikutnya.” -Arwo Edhy menambahkan bahwa petani juga bisa menyewa dan meminjam Alsintan yang dioperasikan oleh Brigadir Alsintan, sebuah usaha jasa. Sarwo Edhy mengatakan: “Dengan menggunakan Alsintan, petani akan lebih efisien dan cepat dalam proses tanam dan panen.” Alsintan (UPJA) dan Kelompok Usaha Bersatu (KUB) di wilayahnya masing-masing. Metode lain yang menggunakan Acintan dapat mengurangi penyusutan (kerugian) hasil hingga 10% dan meningkatkan nilai tambah. Bahkan penanaman padi setahun sekali kini sudah bisa ditanam tiga kali karena proses pengolahan dan panen yang cepat.

Tinggalkan Balasan