2020-08-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Di webinar Kemenpora, Senin (29/6/2020) sore bersama wartawan senior tuan rumah Suryopratomo usai pandemi COVID-19, pemuda “Era Normal Baru Menuju Kesepakatan Olahraga Kebangkitan Olahraga Nasional” Menpora Zainudin Amali, ruang rapat Kementerian Olahraga menjelaskan persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Menurutnya, saat ini PSSI sedang mempersiapkan timnas, dan untuk melaksanakan Perpres itu disusun oleh pemerintah.

“Tentu kita tuan rumah Piala Dunia di bawah 20 tahun. Ada dua hal yang diharapkan untuk sukses, yaitu sukses dan sukses bekerja. Kementerian Pemuda dan Olahraga harus menambah sukses lagi. Menpora menyatakan:” Ini administrasi keberhasilan. “-Mengenai lokasi 6 stadion yang akan digunakan, Menpora akan menunggu konfirmasi dari FIFA.

“ Kami sudah menunggu konfirmasi FIFA dari 6 stadion ini dan akan digunakan. Sebelum pandemi, kami mendapat kabar berikut: Bangano (Jakarta), Stadion Pagorsari (Bogor), Manahan (Solo), Mandala Krida (Yogyakarta), Glola Phong Tomo (Surabaya) dan Stadion Kapten I Wayan Dipta (Bali). Menpora menuturkan, PSSI kemudian mengajukan proposal lagi untuk menambah dua stadion lagi, yakni Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Jakabaring (Palembang).

“Sejauh ini kami belum mendapatkan kepastian dari FIFA. FIFA memang berhak memutuskan. Agar pemerintah sangat berhati-hati, pemerintah tidak mau melangkah terlalu jauh, karena ke depan kami akan masuk kategori intervensi. Tapi. Ini masih harus kita lakukan. Pantau dan lakukan yang terbaik, ”tambahnya.

Dalam webinar tersebut, Menteri Pemuda dan Olahraga juga menjelaskan bagaimana sektor olahraga Indonesia dan komunitas olahraga akan menerapkan “Protokol Olahraga”. Bersama Kemenpora, tim pokja Covid-19 diberi wewenang untuk menyelenggarakan pelatihan, turnamen, atau kompetisi. Ketiga cabang olahraga tersebut adalah bulu tangkis, menembak dan bola basket.

“Keputusan untuk menyelenggarakan kompetisi, turnamen atau pelatihan akan selalu dikomunikasikan kepada working group Covid-19. Kami hanya mempublikasikan aturan untuk atlet umum. Yang terpenting, saya harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan atlet. Kami tidak akan pernah “keberhasilan. Kalau ada atlet yang sakit atau terpapar Covid-19, “kata Menpora. (*)

Tinggalkan Balasan