2020-08-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Tak kurang dari 4,99 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dari 47.030 desa mendapat bantuan langsung tunai dari Dana Desa (BLT). Anggaran BLT yang dialokasikan sebesar Rp 2,99 miliar. Hal itu diungkapkan Menteri Desa, Daerah Miskin, dan Imigrasi Abdul Halim Iskandar dalam jumpa pers online di Jakarta, Rabu (27/5/2020). — “Meski Hari Raya Idul Fitri, Dana BLT Desa tetap dialokasikan. Setelah Mustesus (Kajian Desa Khusus) segera dialokasikan.” – Menteri Gus mengumumkan besaran Dana BLT. Karena masih ada desa yang belum teralokasi, maka desa tersebut akan terus berkembang. –Dia melanjutkan, penundaan alokasi tersebut karena beberapa faktor, misalnya, semua kepala desa di suatu daerah baru saja diganti.

“Setiap hari (penyaluran BLT dana desa) pasti akan meningkat setiap hari. Pada dasarnya non moneter, dan hari ini Tuhan rela mengeluarkannya karena bank aktif kembali,” ujarnya. -Menteri Gus menyampaikan bahwa penyebaran dakwah PSBB (restriksi sosial skala besar) untuk mengurangi keberlanjutan Program Dana Desa BBB.

Menurutnya, KPM masih akan menerima Dana BLT Desa selama tiga bulan, yakni April, Mei, dan Juni. Toh, kalau kegiatan ekonomi berkembang pesat, itu bagian dari relaksasi. -Menurutnya, pasca pandemi Covid 19, PKTD akan menjadi prioritas untuk mengalahkan perekonomian pedesaan. -Kami akan terus memantau PKTD. Menurut data per 26 Mei 2020, dana desa yang dialokasikan untuk PKTD mencapai 978338 triliun rupiah, gaji 256387 miliar rupiah, dan angkatan kerja 281.304 orang.

Tinggalkan Balasan