2020-08-25 |  Kilas Kementerian

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sumber Daya Manusia (Menaker) Ida Fauziyah kembali mengingatkan dunia usaha bahwa keputusan pemutusan hubungan kerja (PHK) merupakan opsi terakhir untuk menghadapi dampak pandemi Covid-19. “Pemberhentian adalah langkah terakhir, itu adalah langkah wajib. Ketika langkah-langkah lain tidak lagi memungkinkan, tetapi jika Anda masih bisa menghilangkan lembur, mengurangi shift dan jam kerja, dan mengambil setengah dari gaji secara bergiliran, maka coba langkah ini dulu,” Menteri Tenaga Kerja Mengatakan.

Ida Fauziyah mengimbau pengusaha untuk memulangkan pekerjanya. / Pekerja yang dipecat dan dipecat karena Covid. Mereka yang berlebihan harus dimobilisasi sebagai prioritas. Anda sudah tahu-melatih lagi. Seluruh proses ini seperti sebuah keluarga, ”lanjut Ida dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2020) .

“ Kami bekerja keras untuk menjaga pembangunan ekonomi. Oleh karena itu, Proyek Strategis Nasional (PSN) harus dilanjutkan. Industri sangat erat kaitannya dengan kehidupan banyak orang. Namun, ini tentu saja dapat bekerja di bawah protokol Covid. Kami memperhatikan standar K3. Salus populi suprema lex esto (keamanan pribadi adalah hukum tertinggi). Saya ingatkan lagi ya, ”lanjutnya.

Menaker Ida membeberkan data terakhir dari Kementerian Ketenagakerjaan per 21 April. Di antara 116.370 perusahaan yang terdampak Covid-19, baik sektor formal maupun informal Jumlah total pekerja 2.084.593. Ia mengatakan: “Informasi rinci perusahaan dan pekerja tetap yang diambil dari 43.690 perusahaan adalah 1.304.777. Selama periode ini, 41.236 perusahaan telah di-PHK dengan total 241.431 pekerja, “ujarnya. Menteri menyimpulkan:“ Sektor informal juga terkena dampak hilangnya 538.385 pekerja dari 31.444 perusahaan atau UMKM. “(*)

Tinggalkan Balasan