2020-08-25 |  Kilas Kementerian

TRIBUNNEWS.COM-Kementerian Pertanian (Kementan) telah melaksanakan rencana Propaktani (rencana pengembangan perusahaan tanaman pangan) sejak tahun 2019. Untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Sejak tahun lalu sudah diujicobakan di Tuban, Lampung, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara dan tempat lainnya. Performanya terbukti bagus, sehingga mulai tahun ini akan direplikasi di 130 daerah. Ini akan didukung, dikembangkan dan diperluas ke seluruh wilayah tahun depan. Diselenggarakan di Bogor pada Selasa (4/8/2020).

Suwandi menjelaskan bahwa prinsip bisnis yang pertama adalah tata cara pengelolaan bisnis dengan memiliki tanah yang luas. Sesuai dengan kebijakan Menteri Pertanian eri Syahrul Yasin Limpo untuk terwujudnya pembangunan pertanian berbasis usaha, kecamatan atau klaster lebih dari 500 hektar dari 10 titik, dengan total 5.000 hektar.

“Prinsip kedua, katanya, di Indramayu (Indramayu), keunggulan beras melibatkan 3-4 divisi, yang dikelola satu perusahaan. Produk dasarnya bisa sayur mayur, paprika, Bawang, kelapa, itik, sapi, dll telah mengajukan KUR dan bekerja sama dengan perusahaan benih, pupuk dan melati. ”

Suwandi mengungkapkan, Propaktani berencana memasukkan kegiatan terpadu di pertanian dan hilir dari industri sampingan hingga komersialisasi. Integrasi tersebut mencakup infrastruktur, mesin pertanian, penanaman mulai dari penanaman hingga panen, dan aspek hilir setelah panen. Lakukan pemasaran.

Tinggalkan Balasan